Seluruh Desa di Jatim Sediakan Ruang Isolasi Bagi Pemudik

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika Rakor penanganan COVID-19 secara virtual. (Foto: Ist)

-

AA

+

Seluruh Desa di Jatim Sediakan Ruang Isolasi Bagi Pemudik

Regional | Jakarta

Jumat, 10 April 2020 10:05 WIB


SURABAYA, HALUAN.CO - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan seluruh pemerintah daerah di provinsi yang dimpimpinnya itu untuk menyediakan layanan observasi atau isolasi mandiri virus corona atau COVID-19 hingga ke tingkat desa.

Berdasarkan data yang dihimpun saat rapat koordinasi (Rakor) penanganan COVID-19 secara virtual, Kamis (9/4/2020), baru 2.527 desa atau 29,9 persen desa di provinsi itu yang sudah memilik ruang observasi atau isolasi mandiri.

Mengapa ini penting:

• Dalam mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan masuk ke Jatim jelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

• Saat ini saja, terdeteksi lebih dari 50.000 pemudik dari luar daerah yang sudah masuk ke wilayah Jatim.

Konteks:

• Dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona yang pertama kali mulai mewabah di Indonesia 2 Maret 2020 dengan ditemukakan dua warga Depok, Jawa Barat terkonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut.

• Data kasus COVID-19 yang terus melonjak. Data disampaikan pemerintah, Kamis (9/4/2020), ada tambahan kasus positif sebanyak 337 kasus. Angka penambahan kasus baru ini tertinggi sejak Presiden Jokowi mengumumkan COVID-19 ada di Indonesia. Total terkonfirmasi positf COVID-19 di Indonesia 3.293 kasus, 280 meninggal dan 252 sembuh. Penyebarannya semakin meluas, yaitu di 33 provinsi. Hanya Gorontalo satu-satu provinsi yang bebas COVID-19.

• Tidak ada kebijakan tegas dari pemerintah yang melarang masyarakat untuk melakukan mudik pada Lebaran tahun ini.

Apa katanya: "Penyediaan layanan observasi mandiri di desa ini sangat penting. Sebab saat ini saja terdeteksi lebih 50.000 pemudik dari luar daerah yang sudah masuk ke Jatim," kata Khofifah.

Pada saat 10 hari yang lalu, pemudik dari wilayah Jabodetabek yang sudah masuk ke Lamongan masih sekitar seribu. Tapi sekarang kira-kira saja sudah sekitar 10 ribu. Belum lagi di kabupaten yang lain.

Bagaimana selanjutnya:

• Sarana observasi di tingkat paling bawah, yaitu di desa harus segera dimaksimalkan pemda setempat, agar perantau yang pulang kampung masih bisa bertemu dengan keluarga dengan jarak aman.

• Mulai sekarang, setiap pemudik harus menjalani observasi atau isolasi mandiri menimal selama 14 hari.

Hal lain yang dilakukan:

• Sudah ada 527 kawasan pemukiman di Jatim yang diawasi ketat oleh TNI-Polri.

• Memaksimalkan koordinasi gugus tugas di masing-masing daerah. Sejalan dengan SE Mendagri bahwa semua kepala daerah tidak boleh diwakilkan untuk menjadi ketua gugus tugas dan agar setiap daerah memiliki posko pusdalops untuk memudahkan koordinasi.

• Hingga saat ini belum ada kabupaten dan kota di Jatim yang mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pengajuan PSBB harus disertai dengan detail plan dan juga contingency plan yang jelas serta dikoordinasikan dengan baik berbagai persiapan yang harus dilakukan.

Program bantuan:

• Ada penambahan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat ke warga terdampak COVID-19 di Jatim sebanyak 1.024.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari semula 2,7 juta. Masing-masing akan mendapatkan BPNT Rp 200 ribu setiap bulan.

• Mereka yang menjadi penerima itu adalah warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sementara yang non-DTKS sedang difinalkan.

• Penambahan itu dikoordinasikan dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terkait ada tambahan top up penerima BPNT untuk masyarakat perkotaan di Jawa Timur.

Sebanyak 3.132 Pekerja di Jatim Diberhentikan, Pemprov Beri Bantuan

• Distribusinya kemungkinan minggu ketiga atau keempat bulan April ini.

• Hal serupa dilakukan dalam sistem penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH). Penerima bantuan social safety net di tengah wabah Corona akan mendapatkan akses pemenuhan kebutuhan sembako. Penyalurannya dalam koordinasi Bank Himbara melalui kios-kios yang tersedia.

Kasus COVID-19 di Jatim:

• Hingga Kamis (9/4/2020) pukul 17.00 Wib, jumlah pasien positif menjadi 223 orang setelah penambahan baru 27 pasien. Kasus baru itu menyebar di sejumlah kabupaten dan kota.

• Daerah yang terjangkit (zona merah) sebelumnya 25 kabupaten dan kota, kini ada tambahan dua kabupaten, yakni Pacitan dan Bojonegoro.

• Jumlah pasien yang terkonvensi dari positif menjadi negatif atau dinyatakan sembuh mengalami penambahan 11 orang, sehingga menjadi 57 orang atau sekitar 25,56 persen.

• Sedangkan pasien yang meninggal dunia tidak ada tambahan atau tetap 17 orang atau 7,62 persen.

• Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1.260 orang. Dari jumlah itu yang masih diawasi sebanyak 831 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) 13.006 orang. Dari jumlah itu yang masih dalam pantauan 8.399 orang.


0 Komentar