Seorang Pejabat Kemenkumham Ikut Terseret Kasus Dugaan Investasi Bodong Beromset Rp750 Miliar
Tangkapan layar di media sosial YouTube saat MH (mengenakan seragam Kemenkumham) memberikan testimoni terkait investasi di aplikasi MeMiles. (Foto: HMG)

PEKANBARU, HALUAN.CO - Ternyata tidak hanya sejumlah artis yang terseret dalam kasus dugaan investasi bodong beromzet Rp750 melalui aplikasi MeMiles, tapi juga seorang pejabat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Riau.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Riau berinisial MH, diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur (Jatim) yang dilakukan di Kantor Ditreskrimsus Polda Riau, Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Selasa (14/1/2020).

"Diperiksa sebagai saksi," kata Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur Kombes Pol Gidion Arif Setyawan yang memimpin langsung penyidikan terhadap pejabat Kemenkumham tersebut.

Dikatakan Gidion, pemeriksaan itu merupakan rangkaian penyidikan yang dilakukan pihaknya dalam perkara tersebut. Berdasarkan hasil penyidikan diketahui jika MH merupakan salah satu peserta MeMiles yang pernah memberikan testimoni investasi bodong senilai Rp750 miliar melalui media sosial YouTube.

“Jadi kan pemeriksaan ini dasarnya pemeriksaan terdahulu. Termasuk pencarian jejak digital. Sebetulnya sudah muncul di medsos, ada satu testimoni yang disampaikan yang bersangkutan sehingga kita klarifikasi,” jelas mantan Direktur Reskrimsus Polda Riau itu dikutip Haluanriau.co, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Pekanabaru.

Diungkapkan Gidion, dari pemeriksaan, MH mengakui bahwa benar dirinya telah menyampaikan testimoni terkait investasi bodong melalui aplikasi MeMiles itu yang kini viedonya menyebar di media sosial tersebut.

“Hasil pemeriksaan dia memang melakukan top up beberapa kali ke MeMiles. Keikutsertaannya sudah cukup lama dan dia memang dapat dua kendaraan. Satu di Pekanbaru satu lagi di Jakarta,” sambung Gidion.

Kendati begitu, Gidion belum bersedia menyampaikan, apakah kasus tersebut akan menjerat MH sebagai sebagai tersangka. Dikatakannya, saat ini pihaknya masih fokus untuk mengembalikan aset sebanyak-banyaknya, termasuk menyita dua unit mobil milik MH.

“Sesuai komitmen penyidikan mengembalikan aset sebanyaknya. Semua kita keep dan akan kembalikan dalam konteks penyidikan,” pungkas Kombes Pol Gidion.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, dalam testimoni yang disampaikan MH, dia mengatakan mendapat dua unit mobil mewah Fortuner dan Pajero setelah bergabung dengan MeMiles. Dengan bangganya, MH memberikan testimoni tersebut dengan mengenakan seragam dinasnya.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan empat orang tersangka. Yaitu, KTM (47) selaku Direktur PT Kam n Kam, dan FS (52) sebagai manajer. Kemudian ML sebagai motivator, dan PH kepala tim IT aplikasi MeMiles. Polisi turut menyita uang tunai Rp122 miliar, 18 unit mobil dan barang berharga lainnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 106 jo 24 ayat (1), dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dan atau Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 16 ayat (1) UU Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.