Sepanjang Januari-April 2020, KPK Terima Laporan Gratifikasi Capai Rp11,9 Miliar

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantan Korupsi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima laporan penerimaan gratifikasi dengan nominal total mencapai Rp11,9 miliar pada periode 1 Januari sampai 21 April 2020. Mayoritas laporan dari aplikasi gratifikasi online (GOL).

Mengapa ini penting: Upaya KPK dalam memberantas korupsi terus dilakukan, termasuk gratiifikasi. Sebab, sebagian besar pejabat menganggap gratifikasi, bukan korupsi, padahal hal itu awal mula korupsi.

Konteks: Gratifikasi merupakan praktik pidana korupsi, sehingga KPK membuka aplikasi gratifikasi online (GOL) untuk masyarakat agar bisa melaporkan dugaan gratifikasi yang dilakukan para pejabat negara.

Apa katanya: "Dari total 665 laporan yang masuk, sebanyak 456 laporan atau sekitar 69 persen disampaikan melalui medium pelaporan aplikasi "Gratifikasi Online" (GOL)," kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (26/4/2020).

⦁ Dari 456 laporan, sebanyak 314 merupakan laporan dari aplikasi GOL yang dikelola oleh Unit Pengelola Gratifikasi (UPG) instansi dan sebanyak 142 laporan dari aplikasi GOL individu.

⦁ Sisanya sebanyak 97 laporan disampaikan melalui surat elektronik (email), 46 laporan dengan datang langsung, 38 laporan melalui surat/pos, dan 28 laporan lainnya melalui pesan WhatsApp.

Jenis laporannya:

⦁ Jenis paling banyak diterima adalah berupa uang/setara uang, yaitu 329 laporan.

⦁ Jenis barang berjumlah 206 laporan. Selanjutnya masing-masing berjumlah 36 laporan adalah jenis yang bersumber dari pernikahan (uang, kado barang, karangan bunga), dan makanan/barang mudah busuk.

⦁ Jenis lainnya beragam mulai dari akomodasi, parcel, sponsorship, voucher, dan fasilitas lainnya.

Aplikasi GOL: Merespons pandemi COVID-19, KPK telah menutup sementara layanan publik untuk pelaporan penerimaan gratifikasi secara tatap muka.

"Sebagai gantinya, KPK mendorong agar pelaporan disampaikan secara daring salah satunya melalui aplikasi GOL. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui situs https://gol.kpk.go.id atau juga bisa diunduh melalui Play Store dan App Store," ucap Ipi Maryati Kuding.

⦁ Dalam kurun waktu pemberlakuan layanan tanpa tatap muka tersebut, yakni sejak 17 Maret 2020, tercatat nominal pelaporan penerimaan gratifikasi pada periode tersebut tidak kurang dari Rp3,5 miliar.

⦁ Nominal tersebut didapat dari laporan gratifikasi berbentuk uang, barang, makanan hingga hadiah pernikahan.

⦁ Mayoritas laporan diterima melalui aplikasi GOL.

Pengacara: Romahurmuziy Bisa Bebas Pekan Depan

Bagaimana selanjutnya: Pelaporan gratifikasi bagi penyelenggara negara diatur dalam Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman pidana penjara yaitu paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda dari Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

"Ancaman pidana tersebut tidak berlaku jika penerima gratifikasi melaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima," kata Ipi Maryati Kuding.


0 Komentar