Siaga Saat Banjir, Ini yang Harus Dilakukan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Banjir besar melanda Jakarta dan sekitarnya (Ilustrasi: Kemendikbud)

-

AA

+

Siaga Saat Banjir, Ini yang Harus Dilakukan

Nasional | Jakarta

Kamis, 02 Januari 2020 19:57 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Jakarta dan sekitarnya dilanda bencana banjir hebat di hari pertama tahun 2020 setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah itu. Tak hanya kerugian materi, bencana banjir bahkan menimbulkan korban jiwa dengan 16 orang meninggal dunia.

Banjir masih melanda dan bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa hujan lebat masih berpotensi mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sampai sepekan mendatang. Karena itu, warga Jabodetabek harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan terhadap terjadinya banjir kembali serta potensi longsor dan angin kencang.

Nah, Sahabat Keluarga Kemdikbud RI memberi tips dan himbauan yang bisa dilakukan dalam upaya kesiapsiagaan banjir.

Seperti dikutip dari akun instagram Kemdikbud RI @kemdikbud.ri, Kamis (2/1/2020), hal pertama yang bisa dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca di tempat kejadian. Pemantauan cuaca selain dengan mengikuti informasi yang dikeluarkan BMKG, saat ini sudah banyak aplikasi cuaca di telepon pintar. Jadi, siapapun bisa melihat dengan mudah perkembaganan cuaca sehingga bisa pula meningkatkan kewaspadaan.

Kedua, warga yang terkena banjir agar tetap menjaga kesehatan. Pasca banjir, seperti diketahui, menyebabkan kekacauan dan tebaran sampah di mana-mana. Korban banjir harus tetap memperhatikan kebersihan dan asupan makanan agar tak gampang terserang penyakit.

Ketiga, saat banjir datang, masyarakat tidak boleh panik. Korban banjir harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyelamatkan diri. Kepanikan hanya akan membuat seseorang tidak tahu apa yang akan dilakukan.

Keempat, bijak dalam penggunaan air bersih. Air bersih menjadi barang langka pasca banjir. Karena itu, korban banjir harus menghemat penggunaan air jika tak ingin kesulitan air untuk konsumsi minum dan memasak.

Kelima, membantu mereka yang membutuhkan tempat tingal dan bagi mereka yang terluka akibat banjir. Sebagai makhluk beradab, tak ada salahnya membuat posko mandiri untuk membantu masyarakat sekitar yang sementara tak bisa tinggal di rumah mereka karena terendam banjir. Tak harus menunggu bantuan pemerintah, setiap kita pun bisa berbagi.

Keenam, bila hujan tidak berhenti dan lebat, segera evakuasi warga ke tempat yang lebih aman sesuai informasi dari aparat setempat. Dalam hal bencana, komando dari aparat setempat sangat diperlukan bagi masyarakat untuk menghindari korban jiwa.

Ketujuh, bila memungkinkan, selamatkan dokumen-dokumen penting. Tinggal di lokasi rawan banjir, setiap orang harusnya sudah mewaspadai sejak jauh hari untuk mengamankan dokumen-dokumen penting. Karena, pastinya ribet kalau harus mengurus seluruh dokumen itu kembali.

Delapan, berhati-hati dengan kabel listrik yang masih dialiri listrik. Seperti diketahui, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, Rabu (1/1/2020) juga menimbulkan korban jiwa. Selain dihanyutkan air yang deras, korban jiwa juga disebabkan karena warga yang tewas tersengat listrik. Karena itu, berhati-hatilah dengan keberadaan kabel di rumah maupun di halaman rumah.

Terakhir, bila terjebak di banjir atau di dalam bangunan, sebisa mungkin mengambil benda yang mengapung agar tidak tenggelam. Banjir bisa jadi terus bertambah tinggi dan deras. Jika banjir tambah tinggi, benda-benda mengapung di sekitar bisa jadi yang akan menyelamatkan nyawa kita.

Semoga banjir cepat teratasi dan semoga masyarakat Jabodetabek yang terdampak banjir dalam keadaan aman dan sehat.


Penulis: Melda Riani


0 Komentar