Siap Amankan Natal dan Tahun Baru, Panglima TNI: Kita Selalu Waspada

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. (FOTO: Puspen TNI)

JAKARTA, HALUAN.CO - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memastikan kesiapan pasukannya untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Menurut Hadi, pihaknya akan selalu waspada dan responsif dalam mengahadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu mengatakan, aksi-aksi terorisme memang kerap muncul di momen-momen tertentu, salah satunya perayaan hari raya.

Hadi menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional tahun 2019 dalam rangka persiapan Operasi Lilin tahun 2019 di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Kebayoran Baru, Jakarta (13/12/2019).

“Bila kita ambil pelajaran dari beberapa kejadian terdahulu bahwa tindakan teroris selalu menampakkan momen-momen perayaan untuk melaksanakan aksinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan responsif, pondasi antar aparat dan selalu tukar menukar informasi,” kata Hadi.

Hadi menegaskan, pihaknya akan senantiasa memberikan bantuan dan dukungan baik personel maupun alutsista yang sudah tergelar di seluruh wilayah NKRI apabila diperlukan dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Dia mengungkapkan, momen penting dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 ada dua, yaitu pergerakan masyarakat dan kendaraan. Sehingga, menurutnya, diperlukan pelayanan publik di wilayah-wilayah konsentrasi masyarakat di perjalanan sampai tempat-tempat pariwisata atau tempat ibadah.

“Untuk itu, adanya jaminan keamanan dan kelancaran menjadi poin yang sangat penting,” ujarnya.

Hadi mengatakan, untuk hal tersebut perlu melaksanakan satu tindakan, yaitu see something dan say something. Artinya, apabila ada yang melihat sesuatu yang mencurigakan segera memberitahu kepada orang lain khususnya kepada aparat keamanan.

Hadi juga mengingatkan terkait musim hujan yang berpotensi adanya bahaya banjir dan tanah longsor. Selain itu juga gangguan transportasi baik darat, laut dan udara menjadi antisipasi. Sehingga, instansi terkait seperti Basarnas harus terus mengantisipasi fenomena alam yang setiap tahun terus datang.

“Salah satu contoh adalah tempat penyeberangan apakah manifest-nya sudah sesuai dengan daya angkut dari kapal tersebut dan yang paling penting adalah live vest-nya harus menjadi perhatian,” katanya.

Rapat koordinasi persiapan Operasi Lilin 2019 itu dihadiri oleh seluruh jajaran TNI-Polri di wilayah Indonesia melalui video conference.

Turut hadir pada acara itu Menteri Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Perhubungan IBudi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito, dan Kabais TNI Marsda Kisenda Wiranata Kusuma.


0 Komentar