Sinarmas Bangun Bank Wakaf Mikro di Pesantren

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Meresmikan BWM di Pondok Pesantren APIK, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah (Foto: Sinar Mas)

JAKARTA, HALUAN.CO - Sinarmas mendirikan Bank Wakaf Mikro (BMW) untuk memperkuat peran pesantren sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Utamanya dalam membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat. Targetnya dalam waktu dekat berdiri 20 BMW.

“Keuangan syariah adalah salah satu solusi memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Hal ini diadopsi Bank Wakaf Mikro di komunitas pondok pesantren guna menjangkau para santri, masyarakat pedesaan serta industri skala kecil di sekitarnya,” ujar Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto saat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso meresmikan BWM di Pondok Pesantren APIK, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah asuhan KH M Sholahuddin Humaidullah Irfan, baru-baru ini.

Sinar Mas memberikan dukungan sebesar Rp4,6 miliar bagi pendirian BWM di Pondok Pesantren Al Fadlu wal Fadlilah 2. Secara simbolik, bantuan diterima KH Alamuddin Dimyati Rois selaku pengasuh ponpes.

Sulistiyanto berharap beroperasinya BWM di ponpes yang didirikan ulama kharismatik ini dapat menginspirasi komunitas santri untuk mendirikan lebih banyak lagi lembaga serupa. Mengingat potensi ekononi syariah di Indonesia yang negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan puluhan ribu pesantren, sangat luar biasa.

“Sudah barang tentu, guna membawa perekonomian di lingkup pesantren naik kelas, kami bergerak menggalang dukungan juga kepedulian sektor privat dalam pendirian BWM,” ujar Sulistiyanto.

Menurut Sulistiyanto dalam waktu dekat direncanakan komitmen pendirian 20 unit BWM dengan dukungan sektor privat dapat terwujud.

BWM adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah berdiri seizin OJK yang diinisiasi tahun 2017 guna menyediakan pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses ke lembaga keuangan formal. Skema yang tersedia menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil, dengan margin pembiayaan sebesar 3 persen per tahun dan tanpa agunan.


0 Komentar