Singapura Level Orange, Warga Batam Diminta Tak Pergi ke Kota Singa Itu
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. (Foto:Damri/HMG)

BATAM, HALUAN.CO - Wali Kota Batam, Kepulauan Riau, Muhammad Rudi tidak ingin warganya terkena virus corona yang kini sudah ditemukan di Singapura.

Bahkan negara tetangga itu telah menetap level orange terhadap virus corona yang pertama kali mewabah di Wuhan, Hubei China itu.

Sebagai daerah terluar yang terdekat dengan Singapura adalah Kota Batam. Tentu saja hal ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi Wali Kota Batam.

Karena itu, Rudi meminta agar masyarakat Kota Batam untuk terus waspada terhadap virus Corona dan menghindari tempat keramaian.

Kemudian dia juga menghimbau agar WNI, khususnya masyarakat Kota Batam untuk saat ini tidak melakukan perjalanan ke Singapura, sampai semua telah stabil kembali.

Untuk antisipasi masuknya virus corona dari Wisman yang datang ke Batam, semua pelabuhan internasional di Batam dilakukan pemerikasaan berlapis oleh petugas.

“Saya kemaren sudah koordinasi dengan kepala Kantor Karantina Pelabuhan (KKP) Kota Batam agar pemeriksaan di pelabuhan diperkuat dan berlapis,” kata Rudi, Minggu (9/2/2020) dilansir Haluankepri.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Batam.

Selain itu kata Rudi, pihaknya juga sudah menurunkan Dinas Kesehatan (Dinkes), rumah sakit BP Batam dan Pemko Batam untuk membackup lapis dua pemeriksaan itu.

“Kita berharapa dengan adanya pemeriksaan berlapis itu virus Corona yang sangat ditakutkan itu tidak ada masuk ke Kota Batam,” ujar Rudi.

91 Orang Lagi Dibunuh Virus Corona di Hubei

Saat ini lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak dulu memikirkan kunjungan wisman ke Batam mengalami penurunan drastis, tapi target utama saat ini adalah fokus bagaimana masyarakat Batam sehat dan tidak boleh terkena dari virus Corona itu, karena itu sangat membahayakan.

Kalau untuk dampak dari virus corona itu terhadap ekonomi Batam belum berpengaruh, tapi kalau untuk kunjugan wisman memang sangat berpengaruh dan ini prosesnya sambil berjalan.

Pasalnya adalah warga China dilarang masuk ke Singapura, sementara Wisman yang datang ke Provinsi Kepri dan khususnya ke ke Kota Batam kebanyakan adalah melalui Singapura.

“Untuk kunjungan Wisman kita kan sangat tergantung kepada Singapura, tapi kalau untuk sembako tidak, sembako adalah nasional. Oleh karennaya kalau pertumbuhan ekonomo tidak berpengaruh betul,” bebernya.