Sisi Gelap Instagram: Jadi Katalog Wanita Cantik Bagi Pria Hidung Belang
Ilustrasi sosok wanita dalam aplikasi media sosial. (Foto: Renderforest)

JAKARTA, HALUAN.CO - Instagram menjadi platform sosial media nomor satu di Indonesia. Tercatat hingga penghujung tahun 2019 lalu, jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai 61.610.000. Artinya 22,6 persen atau nyaris seperempat dari total penduduk Indonesia, adalah pengguna Instagram.

Satu kelebihan Instagram pada kemampuannya untuk membuat para penggunanya merasa seakan-akan mereka berada di dalam foto-foto yang mereka lihat. Bagi yang suka fotografer, tentu bisa menjadikan Instagram sebagai album digital untuk menyimpan semua karya-karya fotonya.

Bukan hanya sebagai album digital, Instagram juga menjadi platform terbaik untuk marketing. Semua orang bisa menawarkan apa pun di Instagram. Namun, di balik semua kemudahan yang ditawarkan Instaram, ternyata terdapat pula 'sisi gelap' dalam interaksi sesama penggunanya.

Hal ini diketahui melalui tayangan acara BBC, The Victoria Derbyshire. Dalam acara tersebut, beberapa influencer diundang untuk berbicara mengenai pengalamannya dalam berselancar di akun berbagi gambar, Instagram.

Salah seorang influencer bahkan dengan lantang mengatakan bahwa saat ini media sosial "seperti katalog" bagi laki-laki hidung belang untuk memilih wanita yang bersedia diajak berhubungan intim.

"Ini seperti prostitusi kelas atas. Saya takut ketika menerima pesan mereka. Mereka mungkin mengirim pesan ke ribuan gadis-gadis cantik di Instagram," kata salah seorang influncer, Tyne-Lexy Clarson.

Clarson lalu bercerita bagaimana ia menerima tawaran saat ia masih berusia 19 tahun. Kala itu, ia ditawari uang sebanyak US$ 26.000 atau sekitar Rp 346 juta untuk menemani seorang pria makan malam.

Di lain kesempatan, penawaran yang datang semakin tinggi. Setelah tampil di acara reality televisi, Love Island, seorang agen menawarinya US$ 65.000 atau setara Rp 866 juta dengan syarat, Clarson harus terbang ke Dubai dan tinggal di sana selama lima malam. Agen tersebut juga melarang Clarson untuk menceritakan apapun yang dilakukannya selama di Dubai.

Clarson pun menolak tawaran tersebut. Namun, ia khawatir para bintang sosial media ada yang tergiur dengan penawaran seperti itu. Sebagaina diketahui bahwa sebagai artis di sosial media diperlukan untuk senantiasa tampil glamor.

Influencer lain Rosie Wiliams, bahkan mengaku pernah mendapatkan tawaran US$ 130.000 atau sekitar Rp 1,7 miliar plus uang belanja tas dan pakaian dengan syarat ia harus berkencan dengan seorang pria yang tinggal di Dubai.

Rosie Williams mengatakan bahwa dia tidak akan pernah tergoda dengan tawaran semacam ini meski uang yang dijanjikan sangat besar. Ia mengaku tak pernah membayangkan bahwa ia akan menerima tawaran seperti itu.

"Anda tak pernah diperingatkan bahwa suatu saat akan akan laki-laki yang akan 'membeli' Anda," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa penawaran-penawaran tersebut telah menjadi rahasia umum di kalangan influencer.

Influencer lain, sebut saja bernama Isabel. Ia mengaku sering mendapatkan tawaran tas-tas branded untuk berkencan dan memuaskan nafsu seorang pria yang 10 tahun lebih tua darinya.

Mengenal Virus Corona dari Cina, Menular Antar Manusia dan Menginfeksi Ratusan Orang

"Ia menawari saya tas-tas bermerek ... ia mendapatkan kepuasan seksual dengan memberi saya uang untuk membeli tas-tas mahal," kata Isabel.

Lebih lanjut, Isabel mengaku menerima tawaran tersebut. Dorongan untuk selalu tampil glamor di mata para follower membuatnya menerima tawaran laki-laki tersebut.

"Setelah itu perasaan saya campur aduk. Saya merasa tak dihargai, benci dengan diri sendiri," kata Isabel.

Namun ia bersikeras menyatakan ini bukan bentuk prostitusi.

Bukan hanya influencer wanita, melainkan juga pria. Tawaran uang dan kemewahan juga ditujukan kepada influencer pria.

Pegiat organisasi perempuan, Object, Heather Brunskell-Evans mengatakan, "Perempuan-perempuan yang terlibat dalam kasus seperti ini tak ingin mendengar kata terorisme. Realitasnya adalah mereka menjual tubuh mereka demi uang," kata Brunskell-Evans.

Menanggapi hal ini, juru bicara Facebook, perusahaan yang juga memiliki Instagram, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir orang-orang yang memanfaatkan Instagram sebagai media transaksi seksual.

"Mereka yang melanggar akan kami larang. Kami ingin menjadikan Instagram sebagai ruang aman bagi siapa pun untuk mengekspresikan diri mereka," demikian juru bicara Facebook.

Penulis: Rina Atmasari