Siswi Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, LPA Generasi: Kemendikbud Harus Turun Tangan

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
SMPN 147 Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur. (Foto: Kompas)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi, Ena Nurjanah mengaku berduka atas meninggalnya SN, siswi SMP yang tewas usai lompat dari lantai 4 gedung sekolahnya di wilayah Ciracas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, peristiwa meninggalnya SN ini berpotensi membuat kondisi traumatis bagi siswa yang ada di lingkungan sekolah tersebut.

"Kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pelajar di lingkungan sekolah adalah sebuah peristiwa yang sangat langka, dan kali ini terjadi di negeri ini," kata Ena di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dibully Guru dengan Sebutan Lonte, Siswi SMKN 1 Anambas Ini Putus Sekolah

"Terlebih lagi kejadiannya berada di ibukota Negara, Jakarta yang bisa di bilang merupakan representasi model pendidikan negeri yang lebih baik, sarana dan prasarana lebih mencukupi dibandingkan dengan wilayah lain," sambungnya.

Ena menegaskan, persitiwa ini harusnya mendapat perhatian sserius dari para pemangku kebijakan, termasuk dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ia menyarankan, Kemendikbud jangan hanya sekedar menunggu hasil pemeriksaan kepolisian, namun harus segera turun tangan. "Sekolah merupakan sebuah institusi yang berada di bawah naungan Kemendikbud. Harus segera didorong untuk berbenah diri, melakukan evaluasi ke dalam, mengapa hal tersebut bisa terjadi," tegas Ena.

Bagi Ena, kasus seperti ini bukan semata-mata mencari siapa yang salah, akan tetapi Kemendikbud harus mendorong adanya tindakan segera untuk membenahi apa yang kurang dari pendidikan yang telah dilakukan di lingkungan sekolah tersebut. Termasuk hal apa saja yang luput dalam pengelolaan sekolah, hingga membuat mudahnya peluang untuk melakukan kejadian yang tidak diharapkan.

Peristiwa yang menimpa seorang siswa di sekolah, lanjut dia, seharusnya bisa menjadi bahan introspeksi bagi sekolah tersebut sekaligus juga bahan evaluasi bagi sekolah-sekolah lainnya.

Juru Parkir "Parkirkan" Pelajar SMP di Toilet Umum Hingga Hamil

Dikatakan Ena, salah satu upaya yang bisa dilakukan sekolah dalam rangka menghindarkan siswa didiknya dari perilaku yang membahayakan dirinya adalah dengan menerapkan isi Permendikbud Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

"Apakah Permendikbud No 82 tahun 2015 sudah benar-benar dilaksanakan di sekolah tersebut? maupun di setiap sekolah yang ada di seluruh Indonesia?, atau hanya sekedar peraturan diatas kertas tanpa ada kewajiban bagi sekolah untuk melaksanakan dan juga tanpa ada konsekuensi bagi sekolah yang tidak melakukannya?" tanya Ena.

Kasus yang sangat mengkhawatirkan sudah terjadi dan menimpa siswa didik di lingkungan sekolah. Karena itu, Ena mempertanyakan kembali apakah pihak sekolah hanya bersikap menunggu hingga penyebabnya terungkap oleh pihak kepolisian. "Padahal, proses pendidikan seharusnya menjadi ranah para pemangku sekolah yang harus terus diupayakan agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang sisiwa meninggal dunia dua hari usai melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya, Cibubur, Jakarta Timur. Siswa itu melompat pada Selasa pekan lalu

Siswa tersebut sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk jalani perawatan. Dua hari dirawat, dia akhirnya meninggal dunia pada Kamis sore.


0 Komentar