Skenario Terburuk, Rupiah Terperosok Rp 20.000 per Dollar AS, Pertumbuhan Ekonomi Minus 0,4 persen

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Mata uang rupiah dan dollar AS (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Skenario Terburuk, Rupiah Terperosok Rp 20.000 per Dollar AS, Pertumbuhan Ekonomi Minus 0,4 persen

Ekonomi | Jakarta

Sabtu, 04 April 2020 10:57 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri BUMN Erick Thohir rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI berkaitan virus corona Jumat kemarin (3/4/2020). Dalam rapat yang digelar secara virtual itu, Erick menyampaikan proyeksi perekonomian nasional di tengah wabah virus corona.

Mengapa ini penting: Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan ada dua skenario yakni berat dan sangat berat.

Konteks: Pemerintah mulanya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 5,3%. Namun, adanya virus corona membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia turun tajam, di mana untuk skenario berat yakni tumbuh 2,3%. Kemudian, skenario sangat berat yakni pertumbuhan ekonomi tumbuh -0,4%.

"Skenario berat saat ini pertumbuhan diprediksi 2,3%, bahkan akan turun akan jauh sangat berat -0,4%," kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Apa katanya:

⦁ Proyeksi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga diperkirakan dalam skenario berat mencapai Rp 17.500. Kemudian, untuk skenario sangat berat sampai Rp 20.000.

⦁ Inflasi mencapai 3,9% dalam skenario berat dan 5,1% pada skenario sangat berat.

⦁ Nilai tukar rupiah juga melemah menjadi Rp 17.500, sangat berat Rp 20.000. Inflasi 3,9% berat, sangat berat 5,1%.

Pemda Harus Laksanakan Refocusing dan Realokasi APBD untuk Penanganan Covid-19, Paling Lambat 7 Hari

Pandangan lain: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan saat ini bank sentral memandang nilai rupiah masih dalam level yang memadai.

⦁ BI melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar bergerak stabil dan dengan stabilitas yang seminggu terakhir berjalan baik.

⦁ Stabilitas terjaga di pasar modal, pasar keuangan dan bank sentral terus menjaga kondisi tersebut.

⦁ Dengan langkah bersama, nilai tukar yakin tidak hanya stabil dan tapi juga cenderung menguat dan bisa Rp 15.000 hingga akhir tahun ini.

⦁ Saat ini nilai tukar rupiah masih undervalued, namun confidence pasar yang sudah terbangun akan menguat di akhir tahun.

Bagaimana selanjutnya: Hal-hal yang disampaikan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di mana nilai tukar dalam skenario berat berada di kisaran Rp 17.500 dan sangat berat Rp 20.000 merupakan kemunginan.

"Kami tekankan angka makro itu adalah what if, bukan proyeksi nilai tukar yang skenario berat Rp 17.500 dan Rp 20.000 itu bukan proyeksi. Nilai tukar saat ini memadai dan stabilisasi koordinasi yang erat maka akan cenderung menguat di level Rp 15.000 pada akhir tahun," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI dalam video conference di Jakarta, Kamis (2/4/2020).


0 Komentar