Soal Mantan Kombatan ISIS, Jazil: Kalau Lebih Besar Mudhorotnya Harus Ditolak
Wakil Ketua MPR RI H. Jazilul Fawaid (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Ketua MPR RI H. Jazilul Fawaid menegaskan, 660 WNI eks ISIS atau kombatan tak bisa dipulangkan ke Indonesia, karena sudah menjadi dan memilih warga negara lain di Timur Tengah.

“Status kewarganegaraan kombatan ISIS itu sudah memilih menjadi warganegara lain. Sehingga mereka tidak bisa dipulangkan, sampai status kewarganegaraann dipulihkan kembali,” kata Waketum DPP PKB itu di Kompleks MPR RI Senayan Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Karena itu, Jazilul meminta pemerintah menghitung kembali maslahat dan madhorotnya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Kalau madhorotnya lebih besar untuk sementara harus ditolak,” ujar Jazil, sapaan akrabnya.

Apalagi kombatan ISIS itu, anti Pancasila dan NKRI, maka tidak bisa tunduk dengan alasan kemanusiaan atau HAM.

“HAM itu juga harus tunduk pada kewajiban sebagai WNI. Sehingga tak boleh atas nama HAM memberikan toleransi pada teroris atau pembunuh kemanusiaan,” jelas anggota Komisi III DPR RI itu.

Indonesia adalah negara hukum, maka proses penyeselesain kombatan ISIS seharusnya dengan penegakan hukum yang adil dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Jadi, kesanggupan pemerintah untuk menyadarkan teroris menjadi WNI yang setia pada Pancasila, NKRI dan penegakan hukum itu menjadi tantangan bagi pemerintah,” pungkasnya.

Pesantren Bisa Jadi Alternatif Solusi Deradikalisasi Mantan Kombatan ISIS