Soal Natuna, Prabowo Ditantang Tunjukkan Ketegasan sebagai Menhan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Foto: Galamedianews)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengamat politik Silvanus Alvin menilai, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) seharusnya lebih tegas dalam memberikan statement di media, terkait sengketa di Laut Natuna.

Menurut dia, pernyataan Prabowo "kita cool saja, kita santai" kurang tepat dan harusnya diralat statement seperti itu.

"Sebaiknya, ia (Prabowo) meralat kalimat itu dan menegaskan bahwa Natuna itu masuk wilayah Indonesia, no if, no but, no other excuses," ujar Silvanus di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Tambah Kekuatan, Empat Pesawat F-16 Dikerahkan ke Natuna

Silvanus menjelaskan, pernyataan Prabowo soal "kita cool saja", seolah-olah pemerintah santai bila ada bagian negara Indonesia yang tidak diakui. Bahkan, bisa saja ada interpretasi di benak publik bila Menhan takut berhadapan dengan China.

"Ini bukan persoalan untuk perang. Tapi menunjukkan ketegasan. Prabowo dengan latar belakang militernya seharusnya mampu menunjukkan ketegasan tersebut," tegasnya.

"Malah sebaliknya, Menlu Retno terkesan lebih berani dan tegas dalam membela Natuna dan kedaulatan Indonesia," sambung Silvanus.

Dikatakan Silvanus, dalam ranah komunikasi politik, memang tidak ada yang bisa dibatalkan, namun dampaknya akan tetap ada. Oleh karena itu, dia menyarankan agar Prabowo membuat counter political messages.

"Beliau harus terjun langsung ke Natuna, ia harus datang bersama dengan armada laut kita, tunjukkan pesan bahwa natuna milik Indonesia dan militer kita mampu menjaga perairan serta menindak siapapun yang mencuri kekayaan alam indonesia. Mungkin bisa dikemas dengan latihan militer," paparnya.

Silvanus pun mengingatkan kembali, saat masa kampanye sebagai capres, Prabowo mengesankan diri keras terhadap intervensi asing.

"Nah sekarang adalah momentum untuk menunjukkan itu. Jangan narasi selama kampanye hanya political gimmick semata saja," pungkasnya.