Social Distancing Belum Efektif, Bukber dan Tarawih di Masjid Ditiadakan

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi pekerja PT Freeport Indonesia gelar bukber selama bulan Ramadhan 2019 di Masjid Baabul Munawwar. (Foto: Dok. Humas Inalum)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Agama mengajak umat muslim untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (COVD-19) dengan mematuhi pedoman ibadah pada bulan suci Ramadan. Salah satunya, dalam pedoman tersebut umat muslim diimbau untuk melaksanakan tarawih dan tadarus di rumah, serta tidak menggelar buka puasa bersama (bukber).

Mengapa ini penting: Buka puasa bersama alias bukber, serta salat tarawih selama bulan Ramadhan yang biasa digelar di masjid, selalu mengumpulkan banyak massa dan ini berpotensi akan menularkan COVID-19, dari satu orang ke yang lain. Karena itu, ditiadakan.

Konteks:

  • Imbauan pemerintah agar masyarakat menerapkan social atau physical distancing belum terlalu efektif.
  • Per Kamis (9/4/2020), kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 3.293, meninggal dunia 280 kasus, dan sembuh 252 kasus.
  • DKI Jakarta hari ini Jumat (10/4/2020), resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
  • Beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Kota Tegal, Papua dan Papua Barat, juga mengajukan permohonan status PSBB

Apa katanya: "Seluruh umat Islam di Indonesia diharapkan tetap menjaga bersama physical distancing, dan berperan bersama dalam memerangi COVID-19 ini. Mudah-mudahan pelaksanaan ibadah kita di rumah masing-masing. Insya Allah tak mengurangi pahala ibadah kita," kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin dalam konferensi pers virtual di Gedung BNPB, JakartaTimur, Jumat (10/4/2020).

Pedoman ibadah puasa:

  • Dalam rangka melakukan physical distancing, tarawih dan tadarus ditiadakan dan digelar di rumah masing-masing.
  • Ibadah puasa dilaksanakan sesuai dengan fikih puasa, dan tidak menggelar buka bersama.
  • Acara peringatan Nuzulul Qur'an yang mengumpulkan massa, ditiadakan.
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Puasa Ramadan Secara Virtual

Landasan Fiqih Kemenag: Tasharruful imaam 'alar raa'iyyah manuthun bil mashlahah, kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya tentu berorientasi kepada kemaslahatan.

Anjuran:

  • Umat Islam dalam ibadah dan aktifitas keseharian untuk terus mengikuti protokol kesehatan.
  • Terus cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
  • Gunakan masker ketika berada di tempat umum, hingga menjaga jarak minimal 1-2 meter.
  • Tetap berada di rumah, stay at home. Juga untuk kali ini kita melaksanakan ibadah di rumah dan tidak mudik pada saat nanti Idul Fitri, serta batasi interaksi.
  • Tidak mudik saat Idul Fitri.
  • Lakukan semua dengan disiplin. Jadilah pahlawan. Lindungi diri dan orang lain. Mari menangkan perang melawan COVID-19.

0 Komentar