Softbank dan Grab Temui Jokowi di Istana Bahas Ibu Kota Baru

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pertemuan Softbank dan Grab Indonesia membahas investasi di ibu kota baru di Istana Kepresidenan (Foto: Setkab.go.id)

JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri kabinet Indonesia Maju menerima kunjungan delegasi SoftBank Corp di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam publikasi Sekretariat Kabinet, Jokowi terlihat ditemani oleh 6 menteri, antara lain Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sementara itu, dalam delegasi SoftBank terdapat Founder dan CEO Grab Holdings Anthony Tan dan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

"CEO Grab, Anthony Tan serta SoftBank Group Chairman dan CEO, Masayoshi Son bertemu dengan Presiden Joko Widodo hari ini di Istana Presiden, untuk melanjutkan diskusi mengenai bidang-bidang kolaborasi potensial, termasuk membangun lebih banyak smart city dengan inisiatif ramah lingkungan di seluruh Indonesia" ujar Juru Bicara Grab, Jumat (10/1/2020).

Sementara itu dalam pertemuan tersebut, Presiden SoftBank Masayoshi Son mengungkapkan ketertarikannya di depan Jokowi terkait pemindahan Ibu Kota baru di Kalimantan. Ia pun berencana menanamkan modalnya di mega proyek ini.

"Terima kasih banyak sudah mengundang kami. Saya kira Ibu Kota Jakarta memiliki sejarah penting, dan beberapa hal lain," kata Masayoshi di depan Jokowi.

"Jadi, proyek baru (pemindahan Ibu Kota) yang Anda siapkan saya kira bisa menjadi kesempatan yang bisa kita bicarakan lebih jauh, bagaimana idenya," imbuhnya.

Presiden pun secara tidak langsung menjelaskan alasan pemerintah memindahkan lokasi Ibu Kota baru yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Luas lahan Jakarta sekarang 66.000 hektare dan jika kita bandingkan dengan lokasi Ibu Kota baru, luas lahannya mencapai 256.000 hektare," kata Jokowi.

Gubernur Kaltim Usulkan Luas Ibu Kota Baru Jadi 400 Ribu Hektare

Diketahui, SoftBank Corp memang berencana berinvestasi sebesar US$ 100 miliar atau setara Rp 1.400 triliun di lokasi Ibu Kota baru. Hal itu dikonfirmasi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta awal pekan ini. Luhut hampir tak percaya dengan investasi yang ingin dibenamkan SoftBank.

"Hari Jumat, Masayoshi mau ke sini. Karena dia desak saya terus, dia mau investasi hampir US$ 100 miliar. Ya menurut saya too good to be true," ucap Luhut.

Namun hal itu, dibantah oleh Presiden Softbank Masayoshi Son menegaskan, pihaknya belum memutuskan berapa uang yang digelontorkan untuk berinvestasi di Ibu Kota baru Indonesia.

Saat membuka pertemuan, Masayoshi menyatakan bahwa Jakarta sebagai Ibu Kota RI saat ini mempunyai sejarah dan kesuksesan, namun juga sejumlah isu.

"Jadi dengan proyek Ibu Kota baru yang Anda siapkan, saya pikir ada kesempatan kerja sama potensial yang dapat kita diskusikan," kata Masayoshi.


0 Komentar