Sosialita Asal Indonesia Jadi Penipu Profesional di Hongkong, Korbannya Para Pria Tajir

BREAKING
NEWS

Azura Luna Mangunhardjono (Enjang Widhi Palupi) (Foto: Dok Pribadi Istagram)

HONGKONG, HALUAN.CO - Azura Luna Mangunhardjono jadi perbincangan setelah dituduh sebagai penipu profesional demi gaya hidup mewahnya sebagai sosialita di Hong Kong. Wanita asal Indonesia ini pun dilaporkan oleh mantan kekasihnya yang merasa ditipu oleh dirinya.

Mantan kekasih Azura yang diidentifikasi bernama Jason itu mengingat bagaimana pertama kali ia bertemu dengan Azura. Jason menggambarkan bagaimana Azura terlihat mencolok dan luar biasa.

Azura memperkenalkan dirinya kepada Jason bahwa ia adalah seorang putri Indonesia yang menerima tunjangan US$ 150 ribu atau Rp 2,1 miliar sebulan, berkeliling dunia hanya melalui jet pribadinya. Wanita berambut panjang ini juga dikenal di kalangan elite dan termasuk salah satu dermawan kaya.

Pakar teknologi dari New York ini tak pernah membayangkan bahwa pertemuannya dengan Azura pada 15 Oktober 2017 menjadi awal jebakannya ke dalam kebohongan. Jason bahkan diundang ke apartemen Azura di lantai 20 di 1 Robinson Road, daerah kelas menengah yang harga sewanya mencapai US$ 12.500 atau Rp 176 juta.

"Kami bertukar nomor telepon, saya terbang ke Beijing, Seoul, Tokyo, dan selama seminggu, kami mengirim SMS. Dia genit, mengirim foto, dan berkata saya harus datang menemuinya di Hong Kong, dan saya berpikir, 'Wow, saya belum pernah bertemu orang seperti ini.' Jadi saya mengubah penerbangan pulang dan kembali," cerita Jason kepada South China Morning Post Magazine.

Menurut Jason, Azura mengatakan memiliki warisan senilai US$ 30 juta atau Rp 422 miliar dari ayahnya yang telah meninggal, termasuk mempunyai kapal pesiar. Azura juga mengklaim keluarganya adalah salah satu dari 10 klan terkaya di Indonesia dan ibunya benar-benar membantu Bill Clinton menjadi Presiden Amerika Serikat.

Saat menjalin hubungan dengan Jason, Azura rupanya pernah ditangkap polisi karena kasus penipuan penjualan tas Hermes. Salah seorang warga Los Angeles, Shopie, mengaku ditipu oleh Azura setelah membeli tas Hermes dan mengirimkan US$ 86 ribu atau Rp 1,2 miliar. Tapi, ketika Shopie membawa empat tasnya untuk diautentifikasi, dua tas itu dinyatakan palsu. Azura kemudian dibebaskan lewat bantuan dua pengacaranya.

Mantan kekasih Azura yang lainnya, Robert, menceritakan bahwa Azura adalah penipu profesional. Ia pun menggambarkan bagaimana sosok Azura yang diklaim paling berbakat dan kerap berbicara tentang teman-temannya dari Harvard dan Brown.

Pada akhir 2018, tepat saat Azura merayu Jason, Robert bertemu dengan Diane, partner Azura yang dikenalnya sejak 2003. Diane menggambarkan Azura sebagai wanita berpakaian bagus tetapi tanpa sesuatu yang istimewa tentangnya.

Diane pun menceritakan pengalaman negatif dalam persahabatan mereka. Azura gagal mengembalikan lukisan yang dipinjam darinya untuk acara spesial. Tak hanya itu, Azura sering berdalih kartu kreditnya tertinggal di rumah saat harus membayar tagihan restoran. Akhirnya, seorang teman lain memberi tahu Diane bahwa berteman dengan Azura merusak reputasinya. Jadi dia memutuskan berhenti berbicara dengan Azura.

Setelah pertemuan mereka, Diane mengetahui Robert telah mengirim Azura hingga US$ 150 ribu atau Rp 2,1 miliar untuk ayahnya yang sekarat pada akhir 2017. Robert juga mentransfer US$ 30 ribu atau Rp 422 juta ke Azura untuk apa yang dia sebut sebagai sumbangan amal, yang kemudian Robert mengetahui bahwa uang itu tidak pernah diberikan kepada badan amal.

Diane dan Robert mulai mencari tahu tentang Azura dan menemukan sebuah situs web yang memungkinkan penggunanya mengeluh secara anonim tentang perusahaan atau individu. Sebuah laporan yang diajukan di situs web itu pada Desember 2018 menggambarkan Azura sebagai salah satu seniman penipuan terbesar di Hong Kong. Itu menguatkan dugaan Azura menggunakan latar belakang palsunya untuk meminjam uang dari teman-teman yang ia kenal dan tidak pernah membayar kembali.

Ada dua laporan lain atas nama Azura, diajukan hanya beberapa hari setelah yang pertama. Laporan kedua, di-posting pada 22 Desember, menuduh Azura menjual cincin berlian palsu dan tidur dengan pembeli laki-laki untuk meyakinkan dia untuk membelinya.

Azura, yang juga dikenal dengan Alexandra, Ally, atau Miss M, tidak lagi aktif di media sosial. Akun Instagramnya @followyourbliss007, dinonaktifkan atau dihapus secara permanen, sementara akun Twitter dengan namanya tampaknya tak pernah digunakan lagi.

Azura juga dikatakan memiliki akun LinkedIn, menurut SCMP. Ia terdaftar telah menyelesaikan gelar sarjana psikologi di Dartmouth, MBA dari Cambridge, dan mengejar minat di bidang teknik kedirgantaraan di MIT. Dia dilaporkan bekerja sebagai direktur pelaksana "APAC Advisory Group". Namun, setelah diselidiki, Azura tidak terdaftar pernah bersekolah di Dartmouth atau MIT.

Azura dicap sebagai profesional yang berpengalaman dalam mencuri, memeras, dan menipu orang yang tidak menaruh curiga. Ulasan anonim di situs web Scamion.com mengklaim bahwa Azura bukan nama sebenarnya.

"Nama aslinya adalah Enjang Widhi Palupi, lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 27 Oktober 1978," klaim ulasan itu.

Klaim ulasan itu juga menjelaskan bahwa Azura berhasil menipu tidak hanya individu di Hong Kong, tetapi juga di London, Paris, Milan, Singapura, Jakarta, LA, dan New York City. Banyak korban Azura memperingatkan masyarakat lain untuk segera menghubungi pihak berwenang setempat setelah mereka bertemu dengannya.