Sosok Ini Justru Jadi Miliuner di Tengah Pandemi Corona
Eric Yuan pendiri Zoom Video Communications. (Foto: Biz News)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pandemi corona menjadi sebuah bencana bagi dunia. Selain karena virus ini mematikan, virus ini juga membuat ekonomi dan sosial bergejolak. Namun, hal ini tak berlaku bagi Eric Yuan.

Yuan justru mengambil titik balik dari pandemi corona. Bisa dikatakan, corona justru membuatnya menjadi salah satu miliuner di dunia. Tak heran jika pendiri Zoom Video Communications tersebut berterima kasih kepada corona yang diakuinya sebagai 'kacamata' yang bisa membuatnya mengintip masa depan.

Kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) membuat aplikasi Zoom meraih popularitasnya. Aplikasi Zoom kini marak digunakan di seluruh dunia. Baik karyawan yang kini bekerja di rumah maupun pelajar yang kini belajar dari rumah, semua menggunakan Zoom.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press (AP), Eric Yuan mengatakan kebijakan ini membuat manusia bisa mengintip cara bekerja di masa depan melalui rapat online tanpa tatap muka langsung.

"Saya cukup yakin bayak perusahaan yang berpikir bahwa bekerja dari rumah itu masuk akal. Dan mungkin mereka akan mengeluarkan kebijakan untuk pegawai agar bekerja dari rumah, mungkin seminggu sekali. Padahal sebelumnya banyak perusahaan yang bahkan tidak ingin mencoba bekerja dari rumah," kata Yuan.

Untuk diketahui, sejak debut di pasar saham, saham Zoom meningkat pesat. Pada 19 Februari saham Zoom melonjak 46 persen di saat pasar mengalami penurunan.

Lonjakan terjadi karena para investor bertaruh layanan Zoom akan menjadi kebutuhan pokok di masa depan, kendati wabah virus corona berakhir.

Yuan yang kini berusia 50 tahun, telah menambah kekayaannya US$ 2 miliar di tahun ini. Sebelumnya, dalam Indeks Billionaires Bloomberg, ia tercatat menempati peringkat 500 orang terkaya di dunia. Dan kini di tahun 2020, ia telah menduduki peringkat 274 dengan daftar kekayaan US$ 5,6 miliar.

Yuan mengatakan di masa depan akan ada fitur Augmented Reality (AR) yang akan membuat pengguna bisa merasakan sentuhan dari teman secara virtual. Ia mengatakan AR akan sangat berguna untuk melakukan interaksi langsung dan fisik.

"Kami masih belum dapat memiliki fitur keren seperti virtual yang dapat Anda rasakan. Kami berbicara tentang itu, tetapi kami tidak memilikinya. Atau ketika Anda minum teh atau kopi, dengan satu klik Anda dapat mendigitalisasi aroma (teh atau kopi)," demikian Eric Yuan.

Penulis: Rina Atmasari


0 Komentar