Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Dapat Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 Triliun

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kartu Prakerja. (Foto: Prakerja.go.id)

-

AA

+

Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Dapat Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 Triliun

Ekonomi | Jakarta

Kamis, 16 April 2020 14:32 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Staf Khusus (Stafsus) Milenial Presiden Jokowi kembali terbongkar main proyek. Kali adalah Adamas Belva Syah Devara yang mendapat proyek Kartu Prakerja senilai Rp 5,6 Triliun.

Mengapa ini penting: Belum genap seminggu terbongkar staf khusus milenial Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra menggarap proyek penanganan COVID-19 di desa-desa, kini sudah muncul kasus baru.

Konteks: Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian telah menunjuk perusahaan penyedia layanan pendidikan berbasis teknologi terbesar di Asia Tenggara, Ruangguru sebagai salah satunya mitra dalam proyek Kartu Prakerja senilai Rp5,6 triliun. Salah satu pendiri perusahaan aplikator itu Stafsus Presiden, yakni Adamas Belva Syah Devara.

Apa katanya: Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyoroti tentang penunjukan itu. Apakah startup Ruangguru ini sudah mengikuti seleksi sebelumnya atau ditetapkan saja oleh PMO (project management officer).

“Ruangguru ini kan diketahui adalah milik salah seorang staf Khusus presiden dan sekarang banyak dipertanyakan oleh masyarakat," kata Saleh kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).

Dalam program Kartu Prakerja, setiap pelatihan kerja yang dilakukan, disiapkan Rp3,55 juta per orang. Dari Rp3,55 juta itu, Rp1 juta akan dipergunakan untuk biaya pelatihan.

Lembaga pelatihan yang diajak bekerjasama akan mendapatkan insentif dari yang 1 juta tersebut.

Program Kartu Prakerja:

• Program ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, program ini harus direncanakan secara matang. Semua aspek terkait pun harus dipelajari dengan baik.

• Dengan dinaikkannya anggaran program Kartu Prakerja menjadi Rp20 triliun, tingkat kepesertaanya pun naik. Dari yang tadinya target sasaran 2 juta orang, sekarang berubah menjadi menjadi 5,6 juta orang.

• Jumlah ini tentu sangat besar. Wajar kemudian jika ada orang yang mempersoalkan keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan. Sebab, peserta yang akan dilatih 5,6 juta orang.

Pertanyaannya:

• Berapa kira-kira yang akan diperoleh lembaga itu per orang dan berapa orang yang dapat dilatih oleh setiap lembaga.

• Apakah ada pendaftaran dan seleksi pada lembaga pelatihan yang ingin bergabung. Informasi terkait keterlibatan lembaga-lembaga pelatihan dalam program kartu prakerja dinilai sangat terbatas.

Saleh meminta pemerintah menjelaskan alasan-alasan pemilihan suatu lembaga yang direkrut. Termasuk keterlibatan lembaga Ruangguru dalam proyek itu.

Pemerintah Diminta Segera Putuskan Penyelenggaraan Haji Tahun Ini

"Ini penting, agar program ini berhasil sangat besar. Kemudian agar tidak menimbulkan perdebatan dan kecemburuan bagi lembaga-lembaga pelatihan yang ada, pemerintah diminta untuk memberikan penjelasan. Dengan begitu, program ini dapat dilaksanakan dan mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” kata Saleh.

Bagaimana awal munculnya: Adamas melalui Twitter pribadinya @AdamasBelva, Pendiri dan CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara melakukan klarifikasi atas kabar tentang penunjukan perusahaannya sebagai salah satu mitra program pelatihan online Kartu Prakerja.

Belva Devara menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ikut dalam pengambilan keputusan apapun terkait program tersebut, termasuk terkait mekanisme teknis pelaksanaan, besaran anggaran, serta proses pemilihan.

Adapun proses pemilihan dijelaskan dia dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO).


0 Komentar