Staf Khusus Rasa Buzzer, Ah tapi Nggak Apa-apa Masih Muda, What?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Staf khusus Presiden Jokowi. (Ilustrasi: Haluan.co)

-

AA

+

Staf Khusus Rasa Buzzer, Ah tapi Nggak Apa-apa Masih Muda, What?

Analisa & Opini | Jakarta

Selasa, 03 Desember 2019 11:09 WIB


Anda sudah menghapus cuitan di Twitter dan sudah meminta maaf. Tapi siapa yang harus memaafkan Anda?

JAKARTA, HALUAN.CO - Belum genap sebulan staf khusus milenial sudah mencuri perhatian. Sayang bukan yang positif atau prestasi tapi yang ditonjolkan toksin pemilu lalu.

Heran, sampai saat ini masih ada orang yang belum move on. Padahal pemilu sudah lewat dan presiden pun sudah dilantik. Dan dia pun sudah jadi staf khusus.

Sementara kampret sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang kembali berdagang online, bisnis parfum, jadi guru sekolah, kuliah dan kerja kantoran.

Lha ini cebong masih saja belum beranjak untuk tidak menyebut masih di kolam yang kena lumpur Ciliwung. Tiba-tiba staf khusus Gracia Billy Mambrasar mengeluarkan frase sampah yang populer selama pemilu, 'kubu sebelah'.

BACA JUGA: Minta Maaf karena Kritikan Warganet, Ini Isi Cuitan Stafsus Milenial soal "Kubu Sebelah"

Frase itu sudah mulai ditimbun karena bikin berisik. Para kampret yang sudah terbang mencari penghidupan tiba-tiba kembali terusik dengan istilah frase kubu sebelah.

Istilah itu sangat menyakitkan ketika pemilu lalu yang berdarah-darah dan menghabiskan begitu banyak energi.

Istilah kubu sebelah adalah sikap arogansi pendukung petahana ketika itu. Mereka yang distempel kubu sebelah memiliki konotasi sebagai pengkhianat, antikeragaman, tukang rusuh, celana cingkrang, sumbu pendek, penganut khilafah dan sebagainya.

Seharusnya anasir kampretlah yang susah move on karena mereka selama ini terpinggirkan, teralienasi, termarjinalkan baik karena tersistematis atau karena memang karena struktural.

Tapi herannya istilah kubu sebelah kembali dimainkan oleh seorang staf khusus yang seharusnya berhati-hati dalam berpolah, berucap dan bertindak. Sekali lagi frasa kubu sebelah itu sangat menyakitkan.

Bolehlah Billy yang disebut sebagai anak pintar lulusan Inggris tapi masih harus beradaptasi dan mungkin belum terpapar Sosialisasi 4 Pilar, masih harus belajar keberagaman dan toleransi dari kelompok kampret.

Anda sudah menghapus cuitan di Twitter dan sudah meminta maaf. Tapi siapa yang harus memaafkan Anda?

Nilai Anda sudah minus paling tidak di kalangan yang mahakuasa netizen. Rasakan dan nikmati dirisak di media sosial. Jadikan bahan evaluasi. Bagi kubu sebelah yang Anda sebut, dirisak mungkin bagian dari kehidupan mereka sampai saat ini.

Berbahagialah Anda sudah dimaafkan Presiden dengan alasan Anda masih muda.

Entah apa tindakan Presiden kalau Anda tua, seumur Fadjroel Rahman atawa Sukardi Rinakit.

"Namanya muda-muda ini kan, mungkin semangatnya kan lebih dibanding yang tua-tua. Jadi kalau bicara karena terlalu semangat, ya biasalah, salah dikit," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/12/2019) seperti disitat dari detikcom.

"Anak-anak muda. Ini umur 30-an. Salah-salah dikit ya dimaafkan. Buat saya nggak ada masalah," lanjut Jokowi.

Anda pun sudah membantah kubu sebelah tidak ada kaitannya dengan kontestasi pemilu lalu dan tidak ada kaitannya dengan kelompok jidat hitam atau celana cingkrang dan antikeragaman.

"Bukan kubu anti-Pancasila atau bahkan merujuk ke agama tertentu," bela Billy.

Bila itu maksudnya, berarti Anda tidak cerdas dalam rasa dan bahasa. Diksi sangat penting ketika luka menganga dan ketidakadilan di negara ini sangat jomplang.


0 Komentar