Stafsus Milenial, 'I Am On Your Side'

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Anak Muda Milenial (Ilustrasi: Total Politik)

-

AA

+

Stafsus Milenial, 'I Am On Your Side'

Analisa & Opini | Jakarta

Kamis, 09 April 2020 15:19 WIB


Biarpun mereka yang bekerja di sekitar orang nomer satu, akan tetapi mereka di sana adalah sebuah harapan, agar putra-putri terbaik bangsa bisa melihat realitas politik kita dari dekat.

SAYA sempat sinis kepada kumpulan anak muda yang dipanggil bekerja di Istana. Dari awal, saya yakin mereka tidak akan mampu menghadapi berbagai dinamika politik sekitar Presiden.

Sejak diangkat menjadi pegawai, saya duga tidak sampai lima kali sebulan mereka bertemu langsung dengan Presiden. Seperti yang Billy Mambrasar katakan, mereka hanya salah satu organ yang bekerja di sekitar orang nomor satu.

Presiden Jokowi agak jeli membaca hype, di mana sosok yang diminta bergabung adalah nama-nama yang banyak tertempel di poster-poster seminar motivasi yang sudah overdosis dikonsumsi milenial. Tentunya, kepentingan publisitas akan sangat terbantu.

Saya adalah milenial, kawan-kawan itu juga milenial. Paling tidak, bahasa kita tidak akan jauh berbeda. Selera humor kita pun sepertinya agak mirip-mirip. Kita menonton "How I Met Your Mother", penerus generasi penikmat "Friends".

Bedanya, saya menerima uang politik sejak duduk di bangku kuliah, tepatnya pada semester dua. Waktu itu, di tahun 2009, saya turun dari rumah ke rumah menjadi enumerator (petugas survei). Merasakan panas dan hujan untuk mendapatkan tambahan uang jajan. Sementara, teman-teman ini baru lima bulan dapat transferan uang politik.

Salam Corona Dari The King of Gimmick Sandiaga Uno

Bekerja di sekitar pimpinan politik, semuanya harus diselesaikan dengan cara-cara politik. Apa itu cara politik? Yang kuat akan menentukan jalannya sebuah peristiwa, sehingga mempengaruhi hasil akhir dari peristiwa tersebut. Jika hanya pekerja, artinya Anda hanya bagian dari rencana yang ada. Paling tidak, begitu aturan lumrahnya dalam politik.

Saya mendukung teman-teman milenial ini untuk tetap ada di sana. Dimanapun anak muda berkerja sungguh-sungguh, kita harus mendukungnya. Saya tidak suka mendengarkan playlist musik orang tua saya, seleranya jauh berbeda. Tetapi, pilihan lagu teman sekantor masih bisa saya nikmati.

Netizen jangan hipokrit juga menuntut apa yang bisa mereka lakukan. Mereka jelas tidak punya kekuatan apa-apa.

Bicara saja langsung pada Presiden, biar mereka yang bantu presiden buat pecahkan masalah. Kalau masih ada masalah, berarti mereka tidak optimal dimanfaatkan. Atau bisa jadi, Presiden sedang menggunakan senjata yang salah.

Bagi saya, mereka di sana adalah sebuah harapan, agar putra-putri terbaik bangsa bisa melihat realitas politik kita dari dekat. Sepuluh tahun lagi, mereka bisa menjadi pemimpin yang lebih baik. Menurut saya, mereka adalah investasi bagi negara ini.

Sedikit saran buat teman-teman muda. Ocehan netizen itu seperti ombak, tergantung keseimbangan tubuh kita untuk bisa terus berselancar. Jika badan kita ditopang kaki-kaki yang tak kokoh, maka bersiaplah untuk tergulung ombak.


(Arie Putra, Content Creator & Podcaster Total Politik)


0 Komentar