Studi: 50 Persen Pasien Positif Virus Corona Tak Alami Gejala
Ilustrasi warga Kota Wuhan saat menghadapi wabah Covid-19. (Foto: Getty Images)

JAKARTA, HALUAN.CO - Berbeda dengan China yang baru saja bangkit dari virus corona, sebagian besar negara yang terjangkit Covid-19 tengah berjuang menekan penularan virus yang semakin meroket.

Mengutip data Worldometers.com, China sebagai negara asal pandemi ini dengan total kasus 81.439 sudah disalip oleh Amerika Serikat dan Italia.

Amerika Serikat kini menduduki peringkat pertama dengan total kasus positif corona terbanyak, yakni 123.750 kasus. Begitupun dengan negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus baru virus corona, termasuk Islandia.

Tercatat sebanyak 963 kasus di Islandia dengan 2 kasus meninggal dan 114 sembuh. Namun, berkaca dari negeri api dan es ini separuh dari total warga terinfeksi virus corona tidak akan menunjukkan gejala sama sekali.

Kementerian Kesehatan Islandia melansir data penting terkait Covid-19. Pada 25 Maret 2020, Islandia telah melakukan 12.615 tes kepadanya wargnya dan tercatat sebanyak 802 kasus yang dikonfirmasi.

Jumlah tersebut mungkin tak terdengar banyak, namun di negara berpenduduk sekitar 364.000 jiwa ini termasuk mengesankan. Pemerintah hampir menguji 3,4 persen penduduknya jika dibandingan dengan Amerika Serikat yang hanya menguji 0,001 persen.

Islandia saat ini mengklaim telah menguji lebih banyak warga per kapita dibandingkan negara lain di dunia. Upaya Islandia mengungkapkan detail tersebut terbilang menarik dan berpotensi menyelamatkan nyawa masyarakat akibat pandemi ini.

Dilansi BuzzFeed News, Islandia mengungkapkan sebuah hasil studinya terkait gejala virus corona. "Hasil awal dari deCode Genetics menunjukkan bahwa proporsi rendah dari populasi umum telah tertular virus. Dan juga sekitar setengah dari mereka yang dites positif tidak merasakan gejala apapun. Setengah lainnya hanya menunjukkan gejala seperti dingin. Kata Kepala Ahli Epidemiologi Islandia Thorolfur, Gudnason.

Sehingga kasus ini kerap disebut Hidden carrier seperti dilansir CNN. Hidden carrier adalah orang-orang yang membawa virus corona jenis baru yang membawa penyakit COVID-19 di dalam tubuh mereka, namun tidak mengalami gejala lazimnya orang yang terinfeksi virus corona.

Misteri di Wuhan: Pasien Sembuh, Kembali Positif Terinfeksi Virus Corona

Islandia kini hanya fokus menguji siapa pun warganya selagi bisa dan kapanpun mereka bisa. Dengan pengujian yang meluas, memungkinkan mereka untuk mengisolasi yang terjangkit virus. Berbeda dari Amerika yang menguji sebagian besar hanya yang memiliki dugaan atau bergejala virus corona.

Belajar dari Islandia, jangan menunggu gejala lalu memeriksakan diri. Sebaiknya melakukan tes terlebih dahulu agar dapat menekan penularan wabah pandemi ini.

Penulis: Nurul Charismawaty


0 Komentar