Suap KPU Seret Dua Anak Buah Hasto Kristiyanto?
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Foto: Republika)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief terus berkicau soal suap dan operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Andi dalam satu kicauannya menyebut dua anak buah Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Krisyanto ikut ditangkap.

"Jika benar ada dua staf Sekjen Hasto Kristiyanto dengan inisial S dan D juga ikut OTT KPK bersama caleg partai tersebut, maka apa arti sebuah tangisan?" tulis Andi.

Andi juga mengatakan, dirinya tidak bergembira ada partai yang terlibat dalan suap-menyuap dan ditangkap KPK. Tidak elok ambil keuntungan di saat ada partai sedang sulit.

"Tapi partai pemenang pemilu dan berkuasa bisa mengatur komisioner KPU ini kejahatan politik," tambahnya lagi.

Mantan aktivis 98 ini juga menulis, "Miris saya mendengar kabar OTT komisioner KPU bersama caleg partai suara terbesar Pemilu. Lebih miris lagi kabarya bersama dua staf Sekjen Partai tersebut. Sistemik?"

Wahyu Setiawan dicokok KPK, Rabu (8/12020), saat akan terbang ke Bangka Belitung. KPK juga mencokok tiga orang lainnya. Salah satunya diduga adalah caleg PDIP Harun Masiku. Dua orang lainnya berinisial D dan S.

Komisioner KPU Kena OTT KPK Bagaimana Persiapan Pilkada 2020?

Seperti dikutip dari Tempo.co, seorang sumber mengatakan suap ini terkait dengan posisi pergantian antarwaktu (PAW) di DPR. Harun diduga melobi Wahyu agar ia bisa duduk di Senayan.

Harun adalah calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP. Dia maju dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I nomor urut 6. Dapil Sumatera Selatan I ini meliputi Kota Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau.

Harun tak terpilih menjadi anggota DPR dalam Pileg 2019. Adapun yang ditetapkan oleh KPU adalah Riezky Aprilia, menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Dalam rapat pleno KPU 31 Agustus 2019, PDIP sempat meminta Komisi Pemilihan Umum mencoret Riezky dari daftar anggota DPR terpilih. Partai banteng mengajukan nama Harun. Namun permintaan ini ditolak oleh KPU.