Sudah 27.000 Spesimen Diperiksa, Pemerintah akan Gencarkan Pemeriksaan Rapid Test

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

-

AA

+

Sudah 27.000 Spesimen Diperiksa, Pemerintah akan Gencarkan Pemeriksaan Rapid Test

Nasional | Jakarta

Senin, 13 April 2020 08:43 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia telah memeriksa hampir 27.000 sampel penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 jenis baru. Pemeriksaan menggunakan metode reaksi berantai polimerase/polymerase chain reaction (PCR) dalam waktu yang sama di puluhan laboratorium Tanah Air yang tersebar di 34 provinsi.

Mengapa ini penting: Jumlah pasien positif di Indonesia per 12 April 2020 sudah mencapai 4.241 orang tersebar di 34 provinsi. Dengan pemeriksaan 27.000 sampel penyakit COVID-19 dengan metode PCR, diperkirakan jumlah pasien yang terpapar Corona dipastikan bakal bertambah.

Konteks: Pemeriksaan menggunakan metode reaksi berantai polimerase (PCR) memiliki diagonosa dengan pasti. PCR real time ini digunakan sebagai metode pemeriksaan di laboratorium Indonesia, karena menjadi standar dunia dan digunakan seluruh dunia karena keakuratanya.

Apa katanya: "Sampai hari ini lebih 27.000 orang yang sudah diperiksa dengan PCR real time. Ini menunjukkan bahwa kami secara serius mencari kasus positif terkonfirmasi," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (12/4/2020).

Dari 27.000 tes PCR: Hingga saat ini total ada 4.241 sampel yang dinyatakan sebagai kasus positif Covid-19. Sebanyak 359 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara 373 orang lainnya meninggal dunia.

Gencarkan Rapid test: Selain memeriksa spesimen melalui metode PCR, pemerintah juga menggencarkan rapid test atau tes cepat dengan mengecek antibodi seseorang.

  • Rapid test memang tidak seakurat PCR, namun diyakini mampu membantu pemerintah dalam memetakan sebaran Covid-19 di Indonesia.
  • Rapid test juga telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Penambahan Kasus Tertinggi, Pasien Positif COVID-19 di Indonesia Capai 4.241 Kasus

Apa yang dilakukan: Pemeriksaan, baik dengan rapid test dan PCR, merupakan jurus pemerintah untuk mengetahui sebanyak mungkin pasien positif Covid-19.

Dari pasien positif inilah kemudian otoritas kesehatan, melalui dinas kesehatan di setiap daerah, melakukan penjejakan atau pelacakan terhadap siapapun yang pernah kontak langsung dengan pasien.

"Karena pada kasus positif inilah sumber penularan terjadi. Dan lebih dari 60 laboratorium kami aktifkan dengan kapasitas yang semakin kita tingkatkan," kata Yurianto.

Prioritas Rapid test : Pemeriksaan rapid test atau test cepat diproritaskan pelaksanaannya untuk tiga kelompok.

  • Pertama, pihak-pihak yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.
  • Kedua, para petugas medis yang menangani langsung pasien COVID-19. Ketiga, masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kasus positif COVID-19 terbanyak.

"Dan kami lakukan screening terhadap gejala yang mengarah kepada COVID-19," pungkas Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.


0 Komentar