Sudah 480 WNI Positif COVID-19 di Luar Negeri dan 22 Meninggal

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi petugas medis membawa jenazah virus corona di RS Wyckoff, AS. (Foto: Reuters)

-

AA

+

Sudah 480 WNI Positif COVID-19 di Luar Negeri dan 22 Meninggal

Health | Jakarta

Selasa, 21 April 2020 09:29 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Sudah 480 Warga Negara Negara Indonesia (WNI) meninggal karena terpapar virus corona atau COVID-19 di luar negeri dan 22 orang meninggal. Mereka tersebar di 28 negara dan di sejumlah kapal pesiar.

Dilansir dari laman Kemlu.go.id Selasa (21/4/2020) pagi, terdapat tambahan WNI yang terkonfirmasi COVID-19 di AS, Arab Saudi, Brunei dan Jepang.

Mengapa ini penting: Ternyatakan jumlah WNI yang positif COVID-19 di luar negeri terus bertambahan dan begitu dengan yang meninggal.

Di negara mana saja:

• WNI terkonfirmasi positif corona terbanyak dilaporkan di Malaysia 108 orang dan di kapal pesiar 101orang. Kemudian di India 75 orang, Singapura 47 orang, , Amerika Serikat 38 orang, Pakistan 21 orang, Spanyol dan Arab Saudi 11 orang, Inggris masing 9 orang, Jerman 8 orang dan Vatikan 7 Orang.

• Dilaporkan meninggal terbanyak di Amerika Serikat, yaitu 8 orang, Belanda 3 orang, Inggris, Malaysia, Singapura, Arab Saudi dan kapal pesiar masing-masing 2 orang dan Turki satu orang.

• ​Kemudian dinyatakan 112 sembuh, dan 346 dalam perawatan.

Apa katanya: "Pemerintah untuk secara cepat melindungi semua WNI yang ada di luar negeri, karena terdapat potensi WNI tersebut tidak mendapatkan akses penghidupan yang layak di negara lain," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo Selasa (21/4/2020).

Hasil Rapid Test, Wakil Wali Kota Bukittinggi Diduga Terinfeksi COVID-19

Setiap WNI dilindungi seluruh hak-haknya sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, tidak terkecuali di dalam maupun di luar negeri, serta dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri yang menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia melindungi kepentingan warga negara sesuai dengan ketentuan hukum dan kebiasaan internasional yang berlaku.

Bagaimana selanjutnya:

Pemerintah dapat mempersiapkan langkah untuk menghadapi kondisi terburuk atau worst case scenario terhadap upaya perlindungan WNI di luar negeri. Seperti memberikan bantuan yang mencukupi kebutuhan hidup mereka di Malaysia yang terdampak aturan lockdown negara setempat.

• Pemerintah juga perlu mempertimbangkan untuk mempersiapkan pilihan evakuasi dan menyediakan tempat karantina sementara bagi WNI yang pulang.

• Seluruh duta besar dan diplomat untuk saling berkoordinasi dan berintegrasi dalam upaya pemberian bantuan, perlindungan, evakuasi, dan semua hal yang perlu dilakukan untuk keselamatan WNI di luar negeri.


0 Komentar