Sudah Ada 28 Eks Napi Asimilasi Berulah yang Ditangkap di Berbagai Daerah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Sudah Ada 28 Eks Napi Asimilasi Berulah yang Ditangkap di Berbagai Daerah

Nasional | Jakarta

Rabu, 22 April 2020 09:23 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Polri kembali menangkap satu napi asimilasi yang berulah sehingga totalnya ada 28 orang yang telah ditangkap.

Mengapa ini penting: Mereka ditangkap karena kembali melakukan kejahatan usai dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi oleh Kementerian Hukum dan HAM. Ternyata kebijakan ini berbuah simalakama, mereka yang dibebaskan, justru berbuat kembali tindakan kriminal, bukannya memulai hidup baru.

Konteks:

⦁ Menkumham Yasonna H Laoly menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

⦁ Sejumlah pihak yang tak mendukung dibebaskannya narapidana sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 adalah orang yang tumpul rasa kemanusiaannya.

Apa katanya: "Ini ada beberapa napi yang melakukan kejahatan kembali. Total 28 (orang). Saya rasa ini hampir semua ya," ujar Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/4/2020)

Kejahatan yang dilakukan: Para eks napi asimiliasi yang telah dibebaskan melakukan tindak kejahatan baru meliputi tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pelecehan seksual.

Yasonna: Hanya Orang Tumpul Rasa Kemanusiaan yang Tak Terima Napi Dibebaskan

Sudah Ada 28 residivis: Markas Besar (Mabes) Polri mengungkapkan, sudah ada beberapa Kepolisian Daerah (Polda) yang menangani kejahatan baru napi eks asimilasi ini. Saat ini sudah 28 kasus residivis eks asimilasi yang berulah sedang ditangani di beberapa polda dengan rincian sebagai berikut:

1. Polda Jateng menangani delapan tersangka dengan kasus curanmor, curas, curat dan pelecehan seksual

2. Polda Kalbar menangani tiga tersangka dengan kasus curanmor.

3. Polda Jatim menangani dua tersangka dengan kasus curanmor.

4. Polda Banten menangani satu tersangka dengan kasus pencurian.

5. Polda Kaltim menangani dua tersangka dengan kasus pencurian dan penipuan.

6. Polda Metro Jaya menangani satu tersangka dengan kasus curas.

7. Polda Kalsel menangani dua tersangka dengan kasus pencurian dan curat.

8. Polda Kaltara menangani tiga tersangka dengan kasus pencurian, curas dan curat.

9. Polda Sulteng menangani satu tersangka dengan kasus pencurian.

10. Polda NTT menangani satu tersangka dengan kasus penganiayaan.

11. Polda Sumut menangani empat tersangka dengan kasus curas dan pencurian.

Bagaimana selanjutnya: Polri telah membentuk Satgas Anti-Begal dan Satgas Anti-Preman untuk mengantisipasi kejahatan yang terjadi di masa pandemi Covid-19. Satgas ini dipimpin langsung oleh direktur reserse kriminal umum di masing-masing polda.

"Polri telah membentuk satgas begal dan preman yang akan dilakukan oleh masing-masing polda yang dikepalai oleh direktur reserse kriminal umum," kata Argo Yuwono.


0 Komentar