Sudah Saatnya untuk Berhenti Menekan Tombol Snooze!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Alarm dan Snooze - Bagaikan Api dan Air (Sumber: MisterBitterSweet)

Hari ini Senin pagi dan Anda harus bangun jam 6 pagi untuk bersiap-siap bekerja pada pukul 7 pagi. Dering alarm Anda pun membangunkan Anda pukul 6 pagi, kemudian 6:05, 6:10, 6:15, 6:20, memaksimalkan pengunaan tombol snooze Anda.

Seberapa banyak dari Anda yang suka menunda waktu bangun dengan menekan tombol “snooze” atau tunda? Fitur ini membuat kita berfikir bahwa kita mendapatkan waktu tidur yang lebih dari seharusnya. Namun, apakah Anda diuntungkan dengan fitur ini?

Secara singkat, tidur dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement) dimana di fase REM inilah kita akan mendapatkan tidur yang restoratif atau “mengistirahatkan” tubuh kita serta di fase ini juga kita akan bermimpi.

Mari membahas fisiologi tidur secara singkat. Sebuah penelitian menemukan bahwa manusia rata-rata membutuhkan tidur selama 8 jam dan 15 menit. Terdapat sebuah hormon bernama melatonin yang berfungsi untuk memberikan sinyal ke otak kita.

Sinyal ini berupa impuls atau keinginan untuk tidur dan juga bangun. Pada jam 6 sore, melatonin akan perlahan-lahan naik kadarnya di dalam tubuh kita yang berfungsi untuk membuat kita mengantuk sehingga kita akan tidur. Dua jam sebelum kita akan bangun, kadar melatonin akan perlahan-lahan turun sehingga kita mendapat rangsangan untuk bangun.

Bagi kaum snoozers mungkin ini akan menjadi berita buruk bagi Anda.



Menekan tombol snooze tidak membuat Anda menjadi lebih segar, sebaliknya ada beberapa efek samping dari penekanan tombol ini secara terus-menerus.

Seperti yang dijelaskan tadi, tidur yang restoratif terdapat di fase REM sedangkan untuk mencapai fase REM, diperlukan waktu dari fase NREM 1 ke NREM 4 dan barulah tidur akan memasuki fase REM. Tidur “ekstra” selama 5 hingga 10 menit tidak cukup untuk Anda memasuki fase REM sehingga bukannya mengistirahatkan malahan Anda akan menjadi lebih capek dari sebelum menekan tombol snooze.

Disaat kita bangun menggunakan alarm, akan terjadi peningkatan tekanan darah dan detak nadi yang mendadak dibandingkan saat kita bangun secara alami. Dengan menggunakan fitur snooze, jantung kita akan dikagetkan berkali-kali dalam waktu yang singkat. Digunakan dalam waktu yang lama maka akan berbahaya bagi kesehatan jantung kita.

Jadi, apakah fitur snooze tidak ada manfaatnya? Dilansir dari Brooklyn Bedding, mereka menyarankan untuk membatasi tombol ini dalam 9 menit saja dan bukan untuk tidur kembali namun dalam 9 menit ini Anda diharapkan berusaha untuk “mengumpulkan nyawa” dengan cara melakukan peregangan dan perlahan-lahan beranjak dari tempat tidur.

Jadi, tombol ini seharusnya digunakan untuk dalam kondisi apabila kita takut untuk ketiduran dan bukanlah alasan untuk tidur kembali.

Penulis : Gilbert Sterling Octavius

Instagram : @NeuronChannel; @gilbertsterling

Youtube : Neuron Channel


0 Komentar