Sulit Cari Kerjaan, Pemuda Ini Terjuni Bengawan Solo dan Mayatnya Tak Ditemukan
Petugas gabungan sedang mengarungi Bengawan Solo mencari mayat Fuad. (Foto: Ist)

GRESIK, HALUAN.CO - Sudah tujuh hari dilakukan pencarian jasad Muhammad Fuad Thoifi Ihsan (22) yang melakukan bunuh diri dengan terjun ke Sungai Bengawan Solo di Jembatan Sembayat, Gresik, Minggu (13/1/2020) lalu, tapi belum ditemukan juga.

Kasubag Humas Polres Gresik, AKP Hasyim Ashari mengatakan, tim pencarian korban yang terdiri dari Satpolairud Polres Gresik, Basarnas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Gresik, serta masyarakat dan pihak keluarga korban telah berupaya keras melakukan pencarian.

"Hari ini telah memasuki hari ketujuh. Sesuai SOP (Standart Operasional Prosedur), pencarian korban akan dihentikan," katanya, Sabtu (18/12020).

Muhammad Fuad Thoifi Ihsan (22), asal Desa Abar-abir, Bungah, Gresik, melakukan aksi bunuh diri terjun ke sungai di Jembatan Sembayat, Manyar, Gresik, Minggu (13/1/2020).

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan bahwa dari keterangan dua saksi jika pemuda tersebut datang ke lokasi sekitar pukul 17.00 Wib.

Ia terlihat menggunakan baju koko dan kopiah hitam serta mengendarai sepeda motor Honda Supra X-125 bernopol W 6853 MH sebelum terjun ke sungai.

Begitu dapat laporan dari warga dan media sosial, polisi ketika itu langdung ke lokasi kejadian dan meminta keterangan dua saksi.

"Kemudian kami melacak nomor polisi sepeda motor yang digunakan korban dan akhirnya diketahui bahwa korban bernama Fuad," katanya.

Dari keterangan orang tua korban, yakni Zaenuri yang berprofesi sebagai sopir diketahui jika korban diduga mengalami frustrasi karena ingin segera mendapatkan pekerjaan.

"Bapaknya berniat untuk mengajukan pensiun dini dari perusahaan agar korban bisa segera mendapatkan pekerjaan. Namun proses pengajuan pensiun dini tersebut butuh waktu, tapi karena korban tidak sabar dan frustrasi lalu bunuh diri," jelas lulusan AKPOL tahun 2000 ini.

Seorang Dokter Ditemukan Gantung Diri di Kamar Hotel