Sumsel Nihil Kasus Baru Positif COVID-19 Tiga Hari Terakhir, Ternyata Ini Penyebabnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Petugas PMI sedang persiapan melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Sumsel Nihil Kasus Baru Positif COVID-19 Tiga Hari Terakhir, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional | Jakarta

Kamis, 23 April 2020 07:35 WIB


PALEMBANG, HALUAN.CO - Provinsi Sumatera Selatan tidak mengalami penambahan kasus baru positif virus corona atau COVID-19 dalam tiga hari terakhir. Selain itu, di provinsi tersebut juga tidak mengalami lonjakan pasien yang sembuh maupun meninggal akibat COVID-19. 

Mengapa ini penting:

• Tidak bertambahnya pasien baru, sembuh, maupun meninggal terkait COVID-19 di Sumsel menjadi aneh lantaran daerah lain justru terus mengalami penambahan.

• Adapun alasannya adalah karena Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang masih menguji ratusan spesimen yang sempat terkendala sejak 20 April. Sehingga belum ada laporan hasil terbaru yang diterima.

"BBLK Palembang nanti akan menambahkan beberapa peralatan untuk mempercepat uji spesimen," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri, Rabu (22/4/2020).

Konteks:

• Berdasarkan Data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, ada 89 kasus positif yang telah ditemukan. Adapun jumlah itu tersebar di 10 wilayah, yakni sebanyak 57 kasus berada di Kota Palembang (zona merah), 8 kasus di Kota Prabumulih (zona merah), 3 kasus di Kota Lubuklinggau (zona kuning), 7 kasus di Kabupaten Ogan Komering Ulu (zona kuning).

• Selanjutnya 4 kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning), 1 kasus di Kabupaten Musi Banyuasin (zona kuning), 3 kasus di Kabupaten Bayuasin, 1 kasus di Muara Enim (zona kuning), 1 kasus di Ogan Ilir (zona kuning), 1 kasus di Kota Pagaralam (zona kuning), dan 3 kasus dari luar Sumsel, namun dirawat di Sumsel.

Penjelasan Gugus Tugas COVID-19:

• BBLK Palembang menguji 405 sampel dari Sumsel hingga 22 April, 89 sampel di antaranya positif COVID-19 dan 123 sampel dinyatakan negatif, serta 193 sampel masih diperiksa.

• Dari 405 sampel itu, sebanyak 241 sampel berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) kontak erat dengan kasus positif, 140 sampel dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 24 sampel dari Orang Dalam Pemantauan (ODP).

• Untuk pasien sembuh hingga 22 April masih berjumlah 4 orang yang berasal dari Palembang (1), OKI (2) dan luar daerah (1), serta pasien meninggal sudah tiga kasus yakni Palembang (2) dan Prabmulih (1).

"Untuk kasus sembuh ini memang cukup lambat, tapi dalam satu atau dua hari ke depan hasil pengujian akan keluar, jika sampel dinyatakan negatif artinya sembuh," ujar Yusri.

Keterbatasan alat:

• Keterbatasan alat di BBLK Palembang juga diduga menjadi penyebab nihilnya temuan baru kasus positif COVID-19 di Sumsel dalam tiga hari terakhir.

• Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang mengalami kehabisan bahan reagen yang biasa digunakan untuk melihat reaksi kimia pada sampel.

"Jadi nihil ini karena pemeriksaan tertunda, kami pun tidak yakin benar-benar nihil, tetapi hampir semua lab juga mengalami kekurangan bahan seperti itu," kata Yusri.

BIN Yakin Kasus COVID-19 Masuk Fase Ringan pada Juli, tapi...

Hindari kerumunan dan gunakan masker: Meski nihil kasus COVID-19 tiga hari terakhir, namun masyarakat di Sumsel diminta selalu mengikuti anjuran pemerintah, terutama di wilayah yang terdapat penularan transimisi lokal serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan ataupun ketika berbicara.

"Jalan terbaik saat ini adalah menggunakan masker, hindari kerumunan, dan saling mendukung agar penularan penyakit ini dapat dicegah," ungkap Yusri.


0 Komentar