Suplemen Multivitamin dan Mineral: Sekadar Tambahan Atau Sebuah Keharusan?

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Terdapat Banyak Penggunaan Suplemen di Luar Sana (Sumber: Pixabay)

Maraknya peredaran dan penjualan suplemen baik multivitamin maupun mineral membuat semua orang berlomba-lomba untuk membeli suplemen. Suplemen dipercaya dapat melengkapi seluruh vitamin dan mineral yang dapat diperlukan tubuh kita untuk tetap fit. Pertanyaanya adalah: Perlukah?

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan tentang suplemen makanan tahun 1996, suplemen makanan adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan yang mengandung satu atau lebih bahan seperti vitamin, mineral, tumbuhan atau bahan yang berasal dari tumbuhan, dan masih banyak lainnya.

Dilansir dari Council for Responsible Nutrition (CRN), 77 persen rakyat Amerika mengkonsumsi suplemen setiap hari. Diantara semua grup usia, kelompok dewasa dengan usia 35-54 tahun mengkonsumsi suplemen rutin dengan persentasi sebanyak 81 persen. Multivitamin merupakan suplemen terfavorit yang dikonsumsi (58 persen) sedangkan vitamin D menempati posisi kedua (31 persen).

Apabila Anda merupakan seseorang yang didalam kategori sehat tanpa penyakit penyerta apapun, maka sebenarnya suplemen tidak dibutuhkan. Sesuai dengan definisi suplemen, golongan ini merupakan sebuah pelengkap makanan yang artinya bertujuan untuk “menambal” sesuatu yang kurang yang bisa disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan terhadap vitamin itu secara drastis seperti ibu hamil yang mengkonsumsi zat besi dan asam folat atau kurangnya vitamin tersebut akibat sebuah penyakit seperti zat besi untuk pasien anemia.


“Kalau saya sehat dan tetap ingin mengkonsumsi vitamin demi tetap “fit” bagaimana?”

Tidak ada studi atau literatur yang mengatakan bahwa meminum vitamin dapat mem-“boost” atau meningkatkan sistem imun Anda dan membuat Anda menjadi lebih sehat. Sebaliknya, mengkonsumsi vitamin dalam dosis yang sangat berlebihan dapat menimbulkan gejala toksik atau overdosis, terutama vitamin yang larut lemak (Vitamin A, D, E dan K).

Para ahli nutrisi dan dietisien menyarankan bahwa mengkonsumsi makanan yang bernutrisi merupakan cara terbaik untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral.

Apabila Anda mengkonsumsi suplemen atas indikasi tertentu seperti vitamin D untuk osteoporosis atau vitamin A untuk kondisi mata akibat kekurangan vitamin A, maka terdapat beberapa panduan untuk mengkonsumsi suplemen secara benar:

  • Lebih baik untuk mengkonsumsi suplemen pada pagi hari karena pada malam hari, sistem pencernaan tidak bekerja begitu baik sehingga absorbsi (penyerapan) suplemen akan terganggu
  • Suplemen dimakan bersamaan atau setelah makanan untuk menghindari gangguan lambung dan membantu absorbsi suplemen. Perhatian khusus diberikan kepada zat besi, magnesium dan suplemen minyak ikan karena harus dikonsumsi sebaiknya setelah makan karena dapat menyebabkan gangguan lambung.
  • Beberapa nutrisi dapat bekerja sinergis dengan bahan makanan lainnya untuk mempercepat penyerapan seperti jus jeruk dapat membantu penyerapan vitamin C.
  • Beberapa bahan makanan dapat pula menganggu penyerapan suplemen dan vitamin seperti serat yang dapat menganggu penyerapan vitamin sehingga disarankan konsumsi kedua hal tersebut diberikan jarak.
Terapi Alternatif dan Komplementer: Solusi untuk Semua Penyakit?

Apabila Anda sudah mengkonsumsi makanan bergizi setiap harinya, mengapa Anda harus membayar lebih untuk mengkonsumsi sesuatu yang sebenarnya tidak perlu? Apabila Anda memang merasa membutuhkan suplemen, ada baiknya Anda bicarakan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum membelinya.


0 Komentar