Tabrakan akibat Arus Kencang, Kapal Tol Laut Tenggelam di Pelabuhan Lewoleba Lembata
Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: AFP/Pedro Pardo)

KUPANG, HALUAN.CO - Kapal Tol Laut KM Shimpo 16 tenggelam di Pelabuhan Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, (10/12/2019) kemarin sore. Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kapal tersebut karam.

Kasus tenggelamnya KM Shimpo 16, akibat ditabrak KM Maju 8 di Pelabuhan Lewoleba. Polisi sudah meminta keterangan kapten dan ABK dari kedua kapal tersebut.

"Namun kami belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur kesengajaan dalam laka lantas tersebut karena masih dalam penyelidikan," kata Kapolres Lembata, AKBP Janes Simamora, seperti dilansir Antara, Rabu (11/12/2019).

Kapolres menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara, ada komunikasi antara kapten kapal motor KM Shimpo 16 dengan KM Maju 8.

KM Maju 8 ingin merapat ke pelabuhan, dan menempel di samping KM Shimpo 16, yang baru selesai melakukan bongkar muatan semen tahap pertama. Namun diduga karena arus laut, KM Maju 8 tidak bisa dikendalikan oleh kapten kapal.

"Akibatnya kapal bergerak lurus ke arah KM Shimpo dan menabrak lambung kapal KM Shimpo," ujar dia.

KM Maju 8 berusaha untuk mundur, tetapi lambung KM Shimpo sudah bocor dan air laut dengan cepat masuk ke kapal, sehingga kapal mulai miring dan tenggelam pada sekitar pukul 18.15 WITA.

"Jadi intinya, laka laut ini masih dalam proses penyelidikan, tetapi petugas kami telah melakukan interogasi kepada anak buah kapal sejak Selasa kemarin malam," katanya.