Tagar #Bubarkan BPIP Jadi Tranding Topic
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi (Foto: Twitter)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pernyataan kontroversial Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang juga masih merangkap sebagai Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prof. Yudian Wahyudi yang menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila menjadi perbincangan di media sosial. Di Twitter menjadi tranding topic dengan 8.462 tweet hingga, Rabu (12/2/2020), pukul 15.08 WIB.

Pernyataan kontroversial Yudian itu disampaikan dalam Blak-blakan detik.com. "Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," kata Yudian seperti dikutip dari detik.com.

Kontan saja pernyataan itu diserbu komentar bertubi-tubi baik di media sosial maupun di media arus utama. Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Presiden Jokowi untuk memecatnya.

"Kalau benar beliau punya pandangan seperti itu maka tindakan presiden yang paling tepat untuk beliau adalah yang bersangkutan dipecat tidak dengan hormat," kata Abbas dalam keterangan tertulisnya.

Netizen pun beramai-ramai mengkritik Yudian. Netizen yang juga politisi Partai Demokrat Imelda Sari menyebut, "Pak buka lagi UUD 45 pasal 29 ayat 1 dan baca lagi dengan benar soal Pancasila. Kenapa sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Indonesia negara berdasarkan agama. Meski bukan negara agama. Kepala BPIP Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila."

Mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief juga mengkritik pernyataan Yudian yang dianggapnya berbahaya. "Pernyataan kepala BPIP berbahaya karena logika terbalik, Pancasila itu lahir di Indonesia karena sudah ada agama dan kekuatan berbasis agama. Pancasila memberi ruang kesepakatan yang terbuka, adil dan taat aturan main."