Tak Ada Lagi Dualisme, PPP Diperkirakan Bakalan Bersatu Lagi
Suharso Monoarfa. (Foto: Detik.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Dualisme di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diprediksi tidak akan kembali terulang karena pemilihan ketua umum baru dalam Muktamar ke-IX nanti. Karena kondisi yang terpantau saat ini relatif kondusif.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memprediksi PPP tidak akan mengalami perpecahan seperti beberapa tahun silam. Sebab tidak ada pihak pesaing atau tandingan dari Suharso Monoarfa.

"Kalau melihat kecenderungannya relatif kondusif ya sekarang," kata Adi seperti dilansir Antara di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Kondisi yang lebih kondusif itu, kata dia juga terbentuk karena posisi tawar partai tersebut di kancah politik Indonesia saat ini cukup rendah. Dikarenakan hasil perolehan suara pada Pemilu Legislatif (pileg) 2019 lalu.

"Mungkin kalangan elite di PPP sekarang sedang berhitung karena nyaris tidak ada yang diperebutkan. Partai ini relatif sudah mau tidak lolos 'parliamentary threshold' kemarin," kata dia.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Adi, pada gelaran Muktamar IX PPP nantinya kemungkinan tidak akan memunculkan potensi dualisme seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, Wasekjen PPP, Achmad Baidowi mengatakan, partai tersebut tidak ingin kembali pecah karena akan menimbulkan kerugian yang besar seperti yang dirasakan pascapemilu 2019.

"Lima tahun terakhir ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Konflik itu tidak menguntungkan. Dari kacamata apapun, konflik itu tidak menguntungkan," ujar dia.

PPP akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional V pada 14-16 Desember 2019 di Jakarta yang salah satu pembahasannya adalah soal waktu pelaksanaan Muktamar IX.