Tak Ada Perayaan Pergantian Tahun Baru di Jam Gadang Bukittinggi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Jam Gadang Bukittinggi. (Foto: Melda Riani)

PADANG, HALUAN.CO - Objek wisata Jam Gadang Bukittinggi yang kerap dijadikan latar pesta kembang api pada perayaan tahun baru untuk tahun ini dipastikan tak ada perayaan. Hal itu ditegaskan Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Kepala Bagian Humas Yulman,S.Ip, Minggu (29/12/2019).

“Pemko Bukittinggi tidak ada kegiatan merayakan pergantian tahun 2019 ke 2020 pada Selasa malam nanti,” katanya kepada wartawan.

Tak hanya di pelataran Jam Gadang, Pemko Bukittinggi juga mengimbau seluruh warga kota maupun pengunjung agar tidak menggelar pesta kembang api dan petasan di wilayah itu. Warga kota diajak untuk lebih banyak bersyukur menghadapi tahun baru 2020 masehi.

Melanjutkan pesan Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Yulman menyarankan agar masyarakat melakukan zikir dan doa bersama agar diberi kesehatan dan kemudahan menghadapi kehidupan di tahun 2020 nanti.

Sebenarnya, larangan merayakan malam pergantian tahun di Bukittinggi sudah berjalan sejak tahun lalu. Pemko Bukittinggi, katanya, melalui Forkopimda akan memantau kegiatan masyarakat termasuk pengunjung yang melewati tahun baru di kota itu. Lokasi-lokasi yang rawan akan perbuatan yang negatif dan cenderung maksiat akan diberi penerangan yang cukup, sehingga Bukittinggi terlihat terang benderang.

“Tujuannya agar jangan ada warga maupun pengunjung yang memanfaatkan momen tahun baru untuk berbuat melanggar adat dan norma agama yang kita anut,” katanya.

Sementara itu, sejumlah daerah kabupaten/kota lain di Sumbar juga telah mengeluarkan imbauan dan larangan untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Salah satunya, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Dalam SE yang ditandatangani Bupati Tanah Datar, H.Irdinansyah Tarmizi dan Ketua DPRD Tanah Datar H.Rony Mulyadi Dt Bungsu, dinyatakan larangan mengadakan kegiatan hiburan malam di tempat-tempat umum, pendakian gunung yang berpotensi terjadinya perbuatan maksiat pada saat pergantian tahun. Seluruh objek wisata dilarang menerima pengunjung pada malam pergantian tahun.

Selain itu, masyarakat juga dilarang menggunakan petasan, kembang api, kebut-kebutan dan penggunaan knalpot racing yang akan mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dari bahaya longsor dan banjir serta meningkatan persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang akan memecah belah dan merugikan masyarakat.

Surat edaran senada dengan itu juga dikeluarkan sejumlah daerah lainnya. Di antaranya, Pemkab Padang Pariaman, Pemkab Agam dan lain-lain.


Penulis: Melda Riani


0 Komentar