Tak Dijumpai di Daerah Lain, Sate Kuah Labu Bikin Ketagihan
Sate kuah labu, merupakan kuliner Kota Padang yang menjadi buruan pengunjung GOR Haji Agus Salim. Sate kuah labu ini hanya dibuka pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. (Foto: Haluan.co/Milna Miana)

PADANG, HALUAN.CO - Jika berbicara sate, hampir di sudut Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjual kuliner satu ini. Dari segi tampilan penyajian, hingga bumbu yang digunakan bisa dibilang hampir serupa. Namun, sate kuah labu yang dijajakan di kawasan GOR Haji Agus Salim (GHAS) memiliki cita rasa dan tampilan khas.

Kekhasannya terletak pada kuahnya. Jika sate lain pada umumnya disajikan dengan lontong dan kuah kacang, sate yang satu ini justru diguyur kuah labu. Kekhasan lain dari sate kuah labu ini juga terletak pada waktu dijajakannya. Jika umumnya sate dijual pada sore hari. Namun, sate kuah labu hanya bisa dijumpai pada pagi hari.

Penjual Sate Kuah Labu, Musri mengatakan Sate Kuah Labu merupakan inovasi dirinya sendiri. Bahkan sudah dipatenkan. Untuk satu porsi Sate Kuah Labu, Musri banderol seharga Rp15.000. Setengah porsi cukup Rp11.000 saja.

"Sekarang sudah ada hak patennya dari Kemenkumham April 2019 lalu," kata Musri, Minggu (22/12/2019)

Meskipun terbuat dari bahan dasar labu, Sate Kuah Labu ini rasanya pedas dan gurih. Bahkan Musri menyakini sate kuah labu lebih rendah lemak atau karbo, bergizi dan terdapat vitamin, serta sehat dikonsumsi anak-anak.

Menurut Musri, sate kuah labu ini baik untuk melancarkan pencernaan dan kesehatan tubuh lainnya. Untuk dagingnya, Mursi menggunakan daging sapi. Dalam sehari, Mursi bisa menjual seratus porsi.

"Kalau dirata-ratakan, seratus porsi. Seratus porsi itu butuh 10 kilogram buah labu," jelasnya.

Saat ini, kata Musri berbagai dukungan dan perhatian telah banyak datang seperti Pemko Padang dan Pemprov Sumbar dengan menjadikan sate kuah labu menjadi salah satu makanan khas Sumbar yang unik dan direkomedasikan untuk dicicipi.

"Di samping itu, kami pun sering memenangkan lomba maupun pameran makanan di beberapa kegiatan di Kota Padang," ungkap Musri.

Terkait kuliner sate yang sudah mulai dilirik dan dijadikan menu utama pada restoran modern, Musri mengaku bersyukur bahwasanya makanan khas Sumbar tersebut bisa naik kelas.

"Jadi nantinya orang di luar sana tidak hanya mengenal Sumbar itu dari makanan rendangnya saja, tapi juga sate, sehingga perekonomian masyarakat Sumbar bisa lebih meningkat," ujar Musri.

Ke depannya Musri berharap sate kuah labu bisa dipasarkan dan dikenalkan pada masyarakat luas lagi. Tidak hanya di Indonesia tapi juga ke dunia internasional.

"Siapa yang tidak ingin go internasional. Tentunya itu yang menjadi target kita selanjutnya. Sehingga kuliner khas Indonesia tidak hanya merajai di rumah sendiri tapi juga di dunia," harapnya.


Penulis: Milna Miana