Tanggal Janggal Surat Surut Gaya Adamas Belva Syah Devara

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Adamas Belva Syah Devara (Foto: Instagram)

-

AA

+

Tanggal Janggal Surat Surut Gaya Adamas Belva Syah Devara

Nasional | Jakarta

Selasa, 21 April 2020 21:35 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Banyak yang melontarkan pujian atas keputusan pendiri startup mengajar daring Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, yang mengundurkan diri sebagai staf khusus Presiden Jokowi. Tapi kenapa surat pengunduran diri itu tertanggal 15 April dan baru heboh hari ini, Selasa (21/4/2020).

Apa yang terjadi: Adamas Belva Syah Devara hari ini dalam surat terbuka berupa ketikan dikertas HVS dan lewat akun Instagramnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai stafsus Jokowi. Pengunduran diri itu sebagai imbas atas kontroversi Ruangguru, perusahaan yang didirikannya mendapatkan proyek triliunan dalam program Kartu Prakerja, salah satu kartu yang menjadi andalan Jokowi dalam kampanye Pilpres 2019.

Konteks: Ruangguru, perusahaan statrup yang didirikan Belva Devara dianggap tidak etis ikut dalam proyek Kartu Prakerja karena sebagai stafsus dianggap memiliki konflik kepentingan. Kasus serupa juga menimpa stafsus lainnya, Andi Taufan Garuda Putra yang juga terbelit kasus yang sama. Andi Taufan juga dituding memiliki konflik kepentingan karena sebagai stafsus Jokowi, perusahaannya Amarta Fintek juga terlibat dalam proyek penanggulangan COVID-19 di daerah.

View this post on Instagram

Surat Terbuka Belva Devara, CEO Ruangguru ⁣ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.⁣ ⁣ Semoga di masa pandemi ini kita diberikan kesehatan dan kekuatan dari Allah yang Maha Penyayang.⁣ ⁣ Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020. ⁣ ⁣ Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan. Pemilihan pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.⁣ ⁣ Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19. ⁣ ⁣ Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran diri saya.⁣ ⁣ Walau singkat, sungguh banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden. Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan. Sehingga di manapun saya berada, di posisi apapun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dan Pemerintah untuk memajukan NKRI.⁣ ⁣ Dengan ini, saya juga ingin menjelaskan bahwa saya tidak dapat merespon pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena saya ingin fokus dalam menyelesaikan hal ini terlebih dahulu. Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghormati dan menghargai keputusan saya tersebut.⁣ ⁣ Semoga kita semua bisa segera keluar dari masalah pandemi yang berat ini.⁣ ⁣ Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.⁣ ⁣ Belva Devara

A post shared by Adamas Belva Syah Devara (@belvadevara) on

Apa kata Sekretaris Kabinet Pramonu Anung: "Presiden Joko Widodo sudah menerima surat pengunduran diri dari stafsus presiden Adamas Belva Syah Devara. Presiden menerima pengunduran diri Belva dan memahami alasan pengunduran dirinya itu," ujar Pramono, dikutip dari CNN Indonesia.⁣

Apa kata Belva Devara: ⁣"Seperti yang telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku, dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan," ujar Belva Devara.⁣

Sempat diajak duel berdebat: Ekonom muda dari Indef, Bhima Yudhistira sempat mengajak Belva Devara untuk berdebat secara jarak jauh dengan tajuk Kartu Pra Kerja, Konflik Kepentingan dan Oligarki Milenial. Namun, debat secara daring itu belum kesampaian, Belva Devara sudah mengundurkan diri.

"Saya berharap Belva dapat memenuhi undangan ini. Waktu dan tempat saya sesuaikan dengan jadwal Belva," tantang Bhima dalam surat terbukanya.


0 Komentar