Tenaga Medis Terpapar Corona Terus Membengkak

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Tenaga medis yang tidak mengenal lelah merawat pasien COVID-19. (Foto: Ist)

-

AA

+

Tenaga Medis Terpapar Corona Terus Membengkak

Health | Jakarta

Jumat, 17 April 2020 11:23 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Tenaga medis yang terpapar virus corona atau COVID-19 kian hari terus saja bertambah sejak virus itu mulai mewabah di Indonesia.

Di Jawa Timur dilaporkan ada 46 tenaga medis atau tenaga kesehatan yang dilaporkan positif virus corona hingga Kamis (16/4/2020).

Memang belum ada data resmi yang diumumkan pemerintah berapa jumlah tenaga kesehatan yang sudah terinfeksi virus corona itu.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut ada sekitar 10 persen tenaga medis di seluruh dunia yang terinfeksi virus tersebut.

Mengapa ini penting:

• Tenaga medis termasuk kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Padahal mereka sudah dilengkapi Alat Pelindung Diri APD) saat mengurus pasien COVID-19.

• WHO menyebutkan, beberapa petugas kesehatan terinfeksi di luar fasilitas kesehatan, seperti di rumah atau di lingkungan masyarakat. Kemudian keterlambatan pengenalan COVID-19 atau kurangnya pelatihan atau pengalaman dalam menangani patogen pernapasan. Istirahat yang tidak memadai dan belum memakai alat pelindung diri dengan cara yang benar.

Kasus di daerah: Sejumlah daerah telah melaporkan tenaga medis mereka yang sudah terpapar COVID-19.

• Jawa Timur: Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, Kamis (16/4/2020) malam menyebutkan ada 46 tenaga kesehatan di provinsi itu yang positif virus corona. Dari jumlah itu, 19 tenaga kesehatan di antaranya telah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia dan 26 sisanya masih dalam perawatan. "Kami menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya seorang supervisor perawat RS Siloam Surabaya pada Kamis (16/4/2020) hari ini," kata Kohar.

Waduh, 46 Tenaga Medis di RSUP Kariadi Semarang Positif COVID-19

• Jawa Tengah: Di provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo ini juga dilaporkan ada sebanyak 46 tenaga medis yang bertugas di RSUPKariadi Semarang dinyatakan positif COVID-19. Tenaga medis yang terpapar Covid-19 tersebut di antaranya dokter dan perawat. Dari 46 tenaga medis tersebut, 6 orang residen interna, 5 orang residen obgyn, 15 orang residen bedah, dan 13 orang residen THT. "Kemarin saya dihubungi Kadinkes kalau ada tenaga medis yang positif sekitar 24 orang. Di antaranya dokter dan perawat. Langsung saya rescue saja untuk disiapkan tempat isolasi," kata Guberrnur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Kamis (15/4/2020).

• DKI Jakarta: Jumlah tenaga medis di Jakarta yang dinyatakan terinfeksi COVID-19 tercatat 174 orang hingga Sabtu (11/4/2020). "Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi Covid-19 sejumlah 174 orang, 2 orang meninggal dan 23 orang sembuh," kata Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto.

• Provinsi lain: Di sejumlah provinsi lain juga dilaporkan ada tenaga medis yang terkonfirmasi COVID-19, seperti 3 orang di Papua, di Sumbar dan Riau.masing-masing satu orang. Bahkan di Sumut dilaporkan pasien positif pertama adalah seorang dokter.

Di dunia: WHO mencatat lebih dari 22.000 petugas kesehatan di berbagai negara yang terpapar virus corona hingga Sabtu, 11 April 2020.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus merasa prihatin dengan banyak tenaga medis yang terinfeksi virus corona atau COVID-19 tersebut.

Data IDI: Data terakhir yang dirilis Ikatan Dokter Indonesia (13/4/2020), dokter yang meninggal selama COVID-19 di Indonesia berjumlah 28 orang.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Jajat Sudrajat menyebutkan 13 perawat yang meninggal hingga Selasa (14/4/2020).


0 Komentar