Tentara Thailand Tembak Mati Sang Komandan, Ternyata Masalahnya Sepele!
PM Thailand Prayut Chan-o-cha membesuk korban penembakan. (Foto: Bangkok Post)

THAILAND, HALUAN.CO - Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha akan berpidato pada Senin malam disertai dengan memberikan bantuan kepada para keluarga terbunuh dan terluka, akibat tembakan tentara di Nakhon Ratchasima, beberapa waktu lalu.

Juru bicara pemerintah Narumon Pinyosinwat mengatakan, PM setidaknya akan menghabiskan waktu sekitar lima menit memberikan rincian bantuan tersebut. Pidato itu akan disiarkan gabungan televisi dari dari jam 6 sore.

Menurut Narumon, pemerintah telah memerintahkan badan-badan negara bagian untuk memberikan hak-hak para korban termasuk kompensasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Pemerintah sangat sedih dan ingin memberikan dukungan moralnya kepada semua rakyat Thailand dan Korat. Kami ingin rakyat Thailand dan media massa untuk bekerja sama dengan menggabungkan upaya untuk melindungi masyarakat dengan lebih baik," kata Narumon dilansir dari Bangkok Post, Senin (10/2/2020).

Ngamuk! Tentara Thailand Bunuh Komandan, Lalu Tembak Mati 20 Warga Sipil Sambil Selfie

PM Prayut Chan-O-Cha, sembari mengunjungi rumah sakit tempat para korban penembakan dirawat, mengatakan bahwa penyebab Sersan Mayor Jakraphanth Thomma membunuh 26 orang di Korat karena persoalan jual beli rumah.

Media setempat menyebut Jakraphanth sebagai sosok dengan kemampuan menembak bagus, dan penggila senjata, di mana dia pernah mengunggah foto memegang pistol.

Atas aksinya tersebut, pelaku di kepung oleh pasukan elite militer dan terjadi baku tembak lebih dari 12 jam.

Karena terkepung, pada pukul 09.00 waktu setempat keesokan harinya, prajurit berusia 32 tahun itu akhirnya bisa dilumpuhkan dan ditembak mati.

"(Penyebabnya) karena masalah personal. Jual beli rumah," kata PM Prayut dilansir dari Reuters.

PM yang juga mantan panglima angkatan bersenjata Negeri "Gajah Putih" itu mengungkapkan bahwa pertikaian tersebut telah melibatkan kerabat dari komandannya.

Komandan Jakraphanth disebut termasuk dalam korban tewas pertama, sebelum dia menuju gudang senjata, dan mengambil senapan mesin termasuk amunisinya.

Komandan Area Kedua, Letnan Jenderal Thanya Kiatsarn menyatakan, Jakraphanth juga sudah melumpuhkan penjaga yang ada di gudang.

"Dia menyerang dan membunuh mereka, kemudian mencuri jip resmi, senapan serbu HK33 dan amunisi untuk mempersenjatai dirinya," tukasnya.