Terdampak COVID-19, Industri Otomotif Kini Hanya Berharap pada Orang Kaya
Suasana pasar Tanah Abang, Jakarta, yang sepi imbas COVID-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Dampak buruk pandemi virus corona atau COVID-19 terhadap perekonomian masyarakat juga berpengaruh pada industri otomotif di Indonesia. Kini, industri otomotif hanya bisa berharap pada kalangan menengah ke atas secara perekonomian alias orang-orang kaya. 

Mengapa ini penting: Industri otomotif harus terus berusaha menjual produknya untuk bisa mempertahankan operasional perusahaan di tengah sulitnya perekonomian dunia yang terkena dampak COVID-19. Untuk itu, tumpuan industri otomotif saat ini hanya kepada orang-orang kelas menengah ke atas di Indonesia.

"Kalangan menengah ke bawah sudah kesulitan," kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, Jumat (10/4/2020).

Konteks:

Kebutuhan di luar konsumsi akan dikesampingkan oleh masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak pada penghasilan. Tercatat berdasarkan data, ada 4,8 persen penurunan konsumsi rumah tangga akibat COVID-19. Sehingga, strategi penjualan produsen otomotif harus ikut diubah menyesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan menjadi 600 ribu unit dari sebelumnya 1,05 juta unit. Artinya, penjualan mobil nasional berpotensi kehilangan lebih dari 400 ribu unit penjualan hingga akhir 2020 imbas COVID-19. Capaian tahun lalu di atas satu juta unit. Kini, permintaan kendaraan telah menyusut tajam sebab masyarakat lebih mementingkan kebutuhan pokok.

Bagaimana strateginya: Konsumen loyal menjadi target utama penjualan otomotif ketimbang pegawai bergaji tetap. Pasalnya, minat membeli dari kalangan pegawai terganggu dengan ketidakstabilan konsumsi selama corona dan kecemasan tidak mendapat gaji ke-13. Artinya, kemampuan mereka untuk melakukan pembelian secara tunai maupun kredit juga akan berdampak. Harapan industri otomotif Indonesia untuk saat ini adalah kalangan menengah atas dan kelompok swasta.

 Bantu UMKM, Kemenkop Resmi Luncurkan Program Belanja di Warung Tetangga

Kapan suasana pulih:

  • Masa pemulihan akan terjadi pada Oktober di saat COVID-19 mendekati titik bawah atau tidak ada kasus sama sekali, orang akan mulai beraktivitas normal. Ekonomi mulai kembali dan pemerintah mulai mengurangi pembatasan dan pabrikan mulai berproduksi.
  • Masa pemulihan pada bulan Oktober itu bisa terjadi dengan syarat pemerintah dan segenap pemangku kepentingan lain mengambil langkah cepat dan tanggap untuk membenahi sektor yang terdampak.

"Seperti China, pabrik mulai buka ketika tidak ada kasus baru. Roda ekonomi mulai bergerak, jadi mungkin waktu naik ya Oktober-November dan mungkin industri otomotif baru mulai leluasa," kata Tauhid.


0 Komentar