Terjangkit Virus Mers Coronavirus, Warga Pasaman Barat Meninggal Usai Pulang Umrah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi jemaah umrah di Makkah, Arab Saudi. (FOTO: AP Photo)

-

AA

+

Terjangkit Virus Mers Coronavirus, Warga Pasaman Barat Meninggal Usai Pulang Umrah

Health | Jakarta

Rabu, 12 Februari 2020 21:59 WIB


PASAMAN BARAT, HALUAN.CO - Seorang lelaki yang merupakan warga asal Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, meninggal dunia usai pulang dari melaksanakan umrah di Makkah, Arab Saudi. 

Pria yang bernama Sukri (55) itu meninggal karena diduga terkena virus penyakit Middle East Rewpiratory Syindrome Coronavirus (Mers Cov).

Sebelum meninggal dunia, Sukri sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak Pasbar, pekan lalu.

"Korban meninggal dunia pada Jumat (7 Februari 2020) di RSUD Jambak," kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Jon Hardi, seperti dilansir dari Klikpositif.com, Rabu (12/2/2020).

Sukri diduga terjangkit virus Mers saat menjalani ibadah umrah. Virus Mers Cov sendiri diketahui menyebar melalui unta. Virus ini umumnya ada di negara-negara Timur Tengah.

Adapun gejala pasien yang mengidap penyakit ini di antaranya adalah demam tinggi, batuk, sesak nafas dan pilek.

Jon menjelaskan, Sukri sempat mendapatkan perawatan di Arab Saudi. Kemudian saat dirawat di RSUD Jambak, petugas mencoba mengambil cairan dari tenggorokan Sukri.

"Kami terkendala, karena Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk mengambil cairan, maka didatangkan dari Provinsi Sumbar. Namun saat alat tersebut mau dikirim, pasien pada Jumat (7/2/2020) siang sudah meninggal dunia," jelas dia.

Korban Tewas Virus Corona di China Melonjak Menjadi 1 110 Orang

Ia memastikan, Sukri mengidap virus Mers Cov, bukan virus corona. Apalagi, berdasarkan riwayat perjalanan pasien adalah pulang dari Arab melaksanakan umrah, bukan dari Cina.

Pihaknya, kata Jon, juga telah menemui dan memeriksa 12 orang lainnya yang sama-sama melaksanakan umrah bersama korban. Adapun hasil pemeriksaan itu, kata dia, tidak ada gejala mengidap penyakit Mers Cov.

"Meski tidak ada, selama 14 hari akan terus kami pantau dan diberikan pemeriksaan kesehatan. Kita khawatir ada yang membawa virus Mers Cov ini," pungkasnya.


0 Komentar