Terjebak Lockdown di Sejumlah Negara, Ada WNI Sudah Tak Miliki Uang
WNI di Kuwait mendapat bantuan kebutuhan pokok dari KBRI setempat. (Foto: Kemlu)

JAKARTA, HALUAN.CO - Masih banyak Warga Negara Indonesia (WNI) terjebak di sejumlah negara yang menerapkan lockdown dalam mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Berdasarkan laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sejumlah negara, ada di antara WNI tersebut yang sudah tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Apa katanya: "KBRI Kuwait menerima laporan bahwa WNI sudah kesulitan uang untuk memenuhi kebutuhan pangan," seperti ditulis di laman Kemlu.go.id, Kamis (16/4/2020).

Konteks:

• Wabah virus corona yang kini melanda dunia. Dalam menangani penyebaran virus tersebut, sejumlah negara menerapkan lockdown dan di negara tersebut ikut terkunci para WNI.

• Dalam konstitusi menegaskan bahwa negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia, termasuk WNI yang berada di luar negari.

Di mana mereka:

• Di Kuwait dilaporkan bahwa per tangga 14 April ada sekitar 1.700 WNI yang terdampak akibat virus corona. Mereka menyebar di beberapa titik.

• Di Bangladesh dilaporkan KBRI seempat bahwa saat ini tercatat 192 WNI sebagian besar menetap di wilayah Dhaka dan 17 WNI yang berada di Nepal dan belum dapat kembali ke Indonesia karena Pemerintah Nepal menunda penerbangan dari dan ke Nepal.

• Sydney, Australia terdapat 210 WNI pemegang Work and Holiday Visa (WHV) yang mengalami kesulitan akibat kehilangan pekerjaan karena dampak COVID-19 negara Kangguru itu.

• KBRI Amman melaporkan, lebih dari 1.200 WNI yang tinggal di Yordania di tengah pandemi ini.

• Di Mesir dilaporkan ada 7.586 mahasiswa Indonesia dan 1.424 mahasiswa itu diidentifikasi memerlukan bantuan.

Apa yang telah dilakukan:

• Duta Besar Indonesia di Kuwait Tri Tharyat menyebutkan, pihaknya secara paralel melakukan distribusi paket bahan pangan sekaligus mengecek kondisi WNI di berbagai titik. Selama pekan kedua terakhir, tim Fungsi Protokol-Konsuler dan Ketenagakerjaan KBRI Kuwait telah melakukan distribusi juga ke berbagai titik. WNI yang terdampak tinggal di berbagai daerah seperti Sharq, Jahra, Fahaheel, Abu Halifa, Kuwait City, Jleeb dan Mahboulla.

• KBRI Dhaka terus berusaha memberikan pelayanan dan pelindungan terbaik, diantaranya dengan mendistribusikan bantuan bahan pokok sekaligus bersilaturahmi dan memastikan kondisi kesehatan para WNI.

• “Dalam kondisi darurat seperti yang tengah kita hadapi bersama saat ini, sangat penting untuk terus menjaga komunikasi dan memantau berbagai perkembangan yang terjadi, sehingga dapat dipastikan bahwa kondisi seluruh WNI aman dan berada dalam keadaan sehat," ujar Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh Rina P. Soemarno.

• KJRI Sydney telah melakukan identifikasi WNI pemegang WHV yang membutuhkan bantuan melalui beberapa komunikasi pendahuluan yang intensif, berupa pendataan dan video conference. Bantuan dilakukan serentak di 3 negara bagian, yaitu 100 paket bantuan di New South Wales, 72 paket bantuan di Queensland, dan 38 paket bantuan di South Australia. Bantuan ini dilakukan bersama komunitas Indonesia di Queensland dan South Australia guna mempermudah penyaluran bantuan.

Mengapa Jokowi Tak Berani Turunkan Harga BBM?

• KBRI Amman melakukan pemetaan dan identifikasi WNI yang sebagian besar adalah pekerja migran informal di beberapa kota yaitu Amman, Irbid, Arqaba dan Karak. Di kota-kota tersebut, ditunjuk para koordinator untuk membantu perwakilan menjangkau lebih banyak WNI dalam menyebarkan informasi. KBRI Amman juga menyiapkan paket bantuan medis dan bahan-bahan pokok bagi setidaknya 500 WNI yang terdiri dari pekerja migran, mahasiswa dan jama'ah tabligh. Paket tersebut antara lain berisi masker, sarung tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan, obat, vitamin, mie instan, beras dan makanan kaleng yang telah dibagikan sejak akhir Maret 2020.

• KBRI di Kairo dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir saling membantu dalam mengidentifikasi dan mendistribusikan bantuan kebutuhan bahan pokok dan alat kesehatan. Bantuan diberikan skala prioritas yang betul-betul kesulitan dan mahasiswa yang telah bekeluarga.


0 Komentar