Terlalu Banyak 'Mulut' Sampaikan Informasi Corona ke Publik, KSP Blunder!
Tenaga Ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin, dan Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, memberi kabar bahwa salah seorang staf KSP positif terjangkit virus corona (Covid-19). Namun, kabar yang disampaikan Ngabalin itu dibantah oleh sejawatnya yang juga di KSP.

Mengapa Ini Penting:

  • Informasi mengenai positif atau tidaknya warga terkena virus corona, harusnya bukan jadi "barang mainan". Karena akan ada dampak stigma yang akan melekat.
  • Pemerintah tidak satu suara alias terlalu banyak "mulut" (Jubir), menyampaikan informasi soal corona ke publik.

Konteks:

  • Hasil positif corona salah satu pegawai KSP diperoleh dari tes lanjutan para staf KSP melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
  • Kepala Staf Presiden Moeldoko diklaim sudah memberi izin untuk menyampaikan informasi ke publik bahwa satu orang pegawainya positif corona.
  • Hingga Jumat (3/4/2020), virus corona telah menginfeksi 1.986 orang di Indonesia, ada 181 di antaranya wafat dan 134 dinyatakan sembuh.

Beda Suara KSP: Pelaksana Tugas Deputi IV KSP Bidang Komunikasi Politik dan Informasi Juri Ardiantoro memastikan tak ada staf yang positif corona. "Kami lakukan tes dan hasilnya semuanya negatif hingga Jumat sore. Ini wabah yang masih menyebar, yang jelas kami akan terus memantau kesehatan para staf," kata Juri.

196 Kasus Positif Baru, Tertinggi Sejak Corona Masuk Indonesia

Kerja Alat Rapid Test Covid-19:


  • Alat rapid test mendeteksi adanya virus di dalam tubuh, bukan hanya corona. Virus demam berdarah pun akan memberi gambaran positif.
  • Jika rapid test menunjukkan hasil positif, seseorang harus dilanjutkan dengan tes PCR untuk menegaskan adanya virus corona di dalam tubuh.

0 Komentar