Ternak Berkeliaran Didenda Rp50.000 Plus Ongkos Tangkap dan Biaya Inap
Ilustrasi ternak berkeliaran. (Foto: Ist)

LHOKSEUMAWE, HALUAN.CO - Ternak milik warga yang berkeliaran didenda Rp50.000 per ekor. Bahkan dendanya itu akan lebih besar lagi jika pemilik mengambil ternaknya sehari kemudian karena dikenakan ongkos tangkap dan biaya inap ternak tersebut.

Hal tersebut terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Pemberlakuan denda ternak yang berkeliaran itu sesuai qanun gampong tentang penertiban ternak.

Seperti yang terjadi di Desa Barat Paya Itek, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Selasa (10/12/2019). Ada lima ekor kambing berkeliaran dan memakan padi milik warga.

Sehari kemudian, Rabu (11/12/2018) sore, pemilik kelima kambing yang merupakan warga dari desa tetangga mengambil ternaknya kembali.

Untuk mengambil kembali ternaknya itu, pemilik ternak tersebut wajib membayar denda Rp500 ribu atau denda satu ekor kambing Rp100 ribu.

Rincian dendanya sesuai qanun yang berlaku, yaitu satu kambing yang berkeliaran, pemilik wajib membayar Rp50 ribu, ditambah ongkos tangkap Rp25 ribu dan biaya inap ternak Rp25 ribu karena diambil satu hari setelah ditangkap.

"Jadi setelah dikalikan lima kambing, maka pemiliknya harus membayar denda sebesar 500 ribu rupiah," ujar Kapolsek Meurah Mulia Iptu Boestani SH MH, dilansir Serambinews.

Lalu uang denda itu pun disetorkan oleh Babinkamtibmas Polsek Meurah Mulia ke rekening ternak Desa Barat Paya Itek. Uang itu nantinya akan digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial di desa tersebut.

Iptu Boestani juga menguraikan, kalau qanun ternak ini dasarnya dibuat atas kondisi dulunya sangat banyak ternak berkeliaran di Meurah Mulia yang sangat meresahkan petani dan juga pengguna jalan.

"Didasari kondisi tersebut, maka warga di 50 gampong sepakat membuat Qanun ternak tersebut. Qanun pun sudah berjalan sejak Januari 2018 lalu," katanya.

Jadi, sejak qanun tersebut berlaku, jumlah ternak yang berkeliaran dari hari ke hari di Meurah Mulia terus berkurang.

"Kita harapkan tidak lama lagi, kawasan Meurah Mulia benar-benar bebas dari ternak yang berkeliaran," harap Iptu Boestani.