Tersentuh Mendengar Suara Azan, Napi Narkoba Ini Masuk Islam
Mengumandangkan azan. (Foto: Ist)

BUKITTINGGI, HALUAN.CO - Tersentuh mendengar suara azan yang selalu dikumandang setiap waktu shalat dari Mesjid At Taubah di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II A Bukittinggi itu, membuat seorang warga binaanya memutuskan memeluk agama Islam.

Dia adalah Rudi Anto Simarmata (40), narapidana narkoba yang sebelumnya beragama Kristen. Dia menjalani hukuman selama 7 tahun dan sisa hukuman yang harus dilaluinya 4 tahun 3 bulan lagi.

Prosesi mualaf Rudi Anto Simarmata yang berganti nama menjadi Muhammad Ilham Hariyanto itu dilangsungkan di Mesjid At Taubah yang ada di dalam Lapas, Senin (20/1/2020) siang.

Pengucapkan dua kalimah syahadat dilafalkan Rudianto dipandu H. Abdul Aziz, Pengurus MUI Kecamatan Ampek Angkek.

Sedang sebagai saksi, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Bukittinggi dan salah seorang warga binaan, Arif Rahmat atau lebih dikenal dengan Temok.

Prosesi mualaf Rudianto itu juga disaksikan langsung Kalapas Kelas IIA Bukittinggi Marten, pengacara Armen Bakar, Owner Rumah Makan Family Benteng Yul Bray dan warga binaan yang ada di Lapas itu.

Sebelum dilakukan pengucapan dua kalimah syahadat, Rudianto dikhitan di RS. Yarsi Bukittinggi, didampingi Armen Bakar, Yul Bray dan salah seorang petugas Lapas.

"Selain terinspirasi dari Temok, saya masuk Islam karena sering mendengar suara azan dari mesjid di Lapas, hati saya terasa nyaman dan tenang," kata Ilham, nama barunya itu.

Dikatakan, agama Islam itu Indah dan damai, sebab selama ini dia tidak menemukan kedamaian dan tujuan hidup. Setelah mempelajari agama Islam hatinya menjadi damai.

"Keluarga saya telah mengetahui bahwa saya masuk Islam. Dua orang saudara saya telah lebih dulu memeluk agama Islam. Saya sama istri telah lama bercerai, saya mempunyai satu orang anak beragama kristen," ungkapnya.

Kalapas Bukittinggi Marten menyambut baik dan bersyukur karena salah seorang warga binaanya menjadi mualaf.

"Rudi Anto Simarmata menjadi warga binaan karena terlibat kasus narkoba. Dia menjalani hukuman selama 7 tahun sedangkan sisa hukuman yang harus dilaluinya 4 tahun 3 bulan lagi," kata Marten.

Menurut dia, kesadaran warga binaan untuk menjalankan ajaran Islam sehari-hari di dalam Lapas semakin meningkat, terbukti setiap masuk jadwal salat lima waktu, mesjid selalu penuh oleh warga binaan.

Napi Pesta Sabu di Rutan Trenggalek

Usai mengucapkan dua kalimat Syahadat, Muhammad Ilham Haryanto mengatakan, dia masuk Islam karena terinspirasi dari rekannya Temok yang setiap waktu rajin menjalankan ibadah salat, sehingga ia melihat selama dipenjara Temok ini lebih tenang dan enjoy.

Sementara itu, Temok mengatakan sejak 2 bulan lalu, Ilham menyatakan niatnya untuk masuk Islam. Hatinya mantap memeluk Islam karena mendengar merdunya suara azan sehingga hatinya merasa tenang dan damai.