Terserempet Bus Masuk Jurang, Seorang Pengendara Motor Ikut Meninggal
Bus membawa rombongan guru TK masuk jurang di Blitar. (Foto: Jatimnow).

BLITAR, HALUAN.CO - Seorang pengendaraan sepeda motor juga meninggal keserempet bus yang terjun ke jurang di kawasan Kali Kesamben, di Jalan Raya Blitar-Malang, tepatnya di Desa Pagerwojo, Kesamben, Kabupaten Blitar, Sabtu (7/12/2019) pagi.

Bus Fabian Anugrah Trans AG 7555 UR yang mengangkut rombongan guru dan Kepala Sekolah TK di Tulungagung itu sebelum jatuh ke jurang sempat menyerempet seorang pengendara motor.

Korban pengendara sepeda motor bernama Ridwan, warga Pager Gunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Korban meninggal ada lima orang termasuk seorang pengendara motor," kata Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto.

Korban yang meninggal saat ini berada di ruang jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Korban luka maupun selamat saat ini dirawat di Puskesmas Kesamben dan RS Wafa Husada.

Sedangkan empat orang penumpang bus yang meninggal adalah Naksa Bandi, Pria (56) warga Desa Balerejo, Kauman, Kabupaten Tulungagung, Anita Tursiana, perempuan, warga Kabupaten Tulungagung.

Berikutinya Siti Fatimah, perempuan, warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung dan Kasiatin, perempuan, Kepala TK Perwari, warga Kabupaten Tulungagung.

BACA JUGA: bus bawa rombongan guru tk terjun ke jurang empat orang meninggal

Untuk korban luka dan selamat, saat ini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Kesamben dan RS Wava Husada Kesamben. Beberapa diantaranya ada yang dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi.

"Ada 24 korban yang menjalani perawatan. Rata-rata mengalami luka memar di bagian kepala dan lengan. Kami mencurigai ada satu yang mengalami patah tulang. Karena kami keterbatasan alat untuk rontgen, maka kami rujuk ke RSUD Ngudi Waluyo. Ada empat yang mengalami penurunan kestabilan namun sekarang berangsur stabil," kata dokter jaga RS Wava Husada Kesamben, dr. Nasrullah.

Bus yang membawa rombongan guru dan kepala sekolah TK di Tulungagung tersebut berisi 49 penumpang dengan kapasitas 60 tempat duduk.

Rombongan tersebut berencana hendak ke Pasuruan dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Blitar-Malang tepatnya di Desa Pagerwojo, Kesamben, Kabupaten Blitar sekitar pukul 06.30 Wib.