Terungkap Galih Ginanjar Cs Pernah Menyogok Fairuz Demi Berdamai
Galih Ginanjar. (Foto: Tribunnews.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kasus Vlog Ikan Asin masih berlanjut. Sidang perdana, baru saja dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 9 Desember 2019. Seiring berjalannya proses hukum, terungkap fakta baru mengenai upaya Galih, Pablo dan Rey Utami untuk berdamai dengan Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian.

Hal tersebut diungkapkan Fairuz melalui Vlog 'Teman Tidur' di channel YouTube milik Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty. Fairuz dan Sonny mengatakan bahwa Galih Cs pernah melakukan pendekatan ke beberapa orang demi bisa berdamai.

"Mereka terkaget-kaget, kita menempuh jalur yang tidak mereka duga. Ah buat apa bertele-tele kita saling main ngata-ngatain, langsung aja tek, laporkan ke pihak yang berwajib. Kalau ini fitnah juga, pencemaran nama baik juga, dan ada undang-undangnya juga. Mereka kaget akan hal itu. Awalnya mereka, 'Ngapain kita takut, orang ini realita'. Omongannya begitu. Sampai akhirnya mereka mulai goyah, mereka menggunakan berbagai alasan, mulai ciut di situ," kata Sonny, Senin 9 Desember 2019.

"Ya namanya hukum, yang salah harus dihukum, ya udah jadilah seperti yang sekarang ini. Meskipun sekarang banyak juga pihak yang ingin mengusahakan damai dengan cara apapun," lanjut Sonny. "Iya, macem-macem. Kayak mulai dari ngajakin damai dari orang yang berbeda-beda, dari orang-orangnya kakak, sampai temen-temen kita sendiri," Fairuz menimpali.

Tak sekadar ajakan, tersangka bahkan sempat mengiming-imingkan sesuatu kepada Fairuz dan Sonny agar mau berdamai.

"Mengiming-imingi sesuatu," kata Sonny. "Oh iya?" tanya Andhika Pratama kaget.

"Iya ada, ada. Mengiming-imingi sesuatu itu udah kayak, luar biasa. Tapi intinya tuh, kita selalu, kayak aku tuh ngerasa ini kan masalah harga diri perempuan. Dan ini kayak sebuah pelajaran, kayak enggak ada perempuan lain yang diinjek-injek, cukup aja sampai di sini. Bahwa memang ada hukum biar orang tuh enggak asal-asalan kalau mau ngatain orang ya lu tahu ini ada hukum," Fairuz kembali menimpali.

Sementara itu, pada sidang perdana yang digelar kemarin, Galih dan tersangka lain berencana mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang dibacakan pada sidang. Dijadwalkan sidang lanjutan kasus ikan asin akan digelar pada 6 Januari 2020 mendatang.

Penulis: Rina Atmasari