Terungkap! RSUD Abdul Manap Hanya Mampu Rawat Satu Pasien Corona, Itu pun Hanya Setengah Hari Saja

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap (Foto: Istimewa)

JAMBI, HALUAN.CO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap salah satu rumah sakit rujukan pemeriksaan virus corona (COVID-19) yang resmi ditunjuk pemerintah, ternyata kekurangan stok Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga medisnya. 

Abdullah Thaif, Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi

APD merupakan pakaian dan perlengkapan untuk melindungi tenaga medis yang melakukan perawatan terhadap orang yang berisiko terjangkit virus corona. Baik berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Abdullah Thaif, Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi menyebutkan, alat kesehatan (alkes) yang dimiliki oleh Rumah Sakit Umum Abdul Manaf sangat minim untuk penanganan pasien suspect COVID-19.

Menurutnya, RS milik Pemerintah Kota Jambi itu hanya mampu merawat satu pasien positif Covid-19. Itupun hanya perawaratan atau penanganan setengah hari saja. Karena APD yang dimiliki saat ini hanya ada enam buah.

"Jika hari ini satu saja yang positif Covid-19, RS Abdul Manaf hanya mampu bertahan melayani kesehatan pasiennya setengah hari saja," ujarnya, belum lama ini kepada Haluan.co.

Maka dari itu katanya, Pemko Jambi harus segera membuat anggaran khusus terkait penanagan virus Corona yang saat ini sudah menjadi pandemi dan momok menakutkan bagi masyarakat.

Bahkan diakuinya, untuk mendukung kebijakan tersebut bahwa pihaknya saat ini sangat terbuka jika Pemerintah Kota (Pemko) Jambi bersedia untuk merubah kebijakan anggaran secara seksama.

"Kebijakan tersebut tentu akan mempengaruhi kebijakan anggaran, dengan arti kata akan merubah Perda. Kami di Fraksi Demokrat siap mendukung, apapun resikonya, karna dana taktis kita saya yakin ada," ujarnya.

Bantu Tangkal Corona, KAHMI Ajak 100 Orang Terkaya di Indonesia Sisihkan Harta

Meski diakuinya saat ini Kota Jambi masih nol kasus Virus Corona, namun tidak menutup kemungkinan dalam waktu empat belas hari kedepan ada yang positif terinfeksi, karena saat ini di Kota Jambi ada sekitar 20 orang ODP.

"Kita tidak lebai ya, karna ada 20 orang yang ODP (orang dalam pemantauan, red) saat ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada yang positif dalam 14 hari kedepannya," imbuhnya.

Selain itu dia juga berharap kepada Pemerintah Kota Jambi segera melakukan deteksi awal secara masif kepada masyarakat sebagai langkah awal untuk mengetahui secara dini gejela virus COVID19.

Serta menyaranakan agar disediakan tempat khusus bagi pasien yang terjangkit Covid-19 hal itu bertujuan agar tidak terjangkit kepasien lain. "Kita berharap ada tempat khusus pasien COVID-19, mungkin bisa mengosongkan satu puskesmas untuk pasien, jangan digabung dengan pasien lain," harapnya.

Penulis (Budi Harto)


0 Komentar