Terungkap! Ternyata Ini Alasan Orang Indonesia Kebal dari Virus Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi vaksin COVID-19. (FOTO: Shutterstock)

-

AA

+

Terungkap! Ternyata Ini Alasan Orang Indonesia Kebal dari Virus Corona

Health | Jakarta

Sabtu, 15 Februari 2020 09:29 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan maupun Staf Kepresidenan berkali-kali memastikan bahwa virus corona baru atau COVID-19 belum masuk di Indonesia. Hal itu berbeda dengan negara-negara lain di dunia, terutama di kawasan Asia Tenggara. 

Pasalnya, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara sudah mengonfirmasi masuknya virus yang berasal dari Kota Wuhan, China, tersebut.

Bahkan, belum adanya kasus virus corona di Indonesia membuat para ahli bertanya-tanya terkait kemampuan pemerintah RI dalam mendeteksi virus mematikan tersebut. Mereka mulai meragukan kenapa Indonesia belum ada satupun yang positif terinfeksi virus corona.

Para ahli tersebut menduga, virus corona sebetulnya sudah ada di Indonesia, namun tidak terdeteksi.

Terkait dengan itu, seorang peneliti asal Surabaya, Chaerul Anwar Nidom, punya jawabannya. Dirinya percaya bahwa memang virus corona belum masuk di Indonesia.

Nidom menjelaskan, masyarakat di Indonesia sudah terbiasa mengonsumsi minuman jamu maupun yang berbahan herbal. Hal itu, menurutnya, juga mempengaruhi kekebalan tubuh terhadap berbagai virus, termasuk COVID-19.

Menurut Nidom, obat-obat herbal sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dirinya dapat memahami bila virus corona belum menyebar di Indonesia.

Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya, menjelaskan, ada dua macam virus corona, yaitu low pathogenic dan high pathogenic.

Untuk low pathogenic, menurutnya, virus tersebut tidak begitu ganas di mana reseptornya ada di saluran atas. Sementara high pathogenic, di mana reseptornya ada di paru yang dapat berakibat fatal pada manusia.

Nidom mengatakan, cara untuk menangkal virus corona adalah dengan menangkal badai sitokin. Badai sitokin merupakan sebuah proses biologis dalam paru karena ada infeksi virus corona yang menempel pada paru.

Untuk menangkal badai sitokin, kata Nidom, terdapat pada curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar.

Di beberapa tempat, ungkap Nidom, dirinya menawarkan apa yang bisa digunakan untuk menangkal adalah herbal atau tanaman obat yang ada di sekitar dan mudah ditemui.

"Dan kita biasa meminum atau mengonsumsi itu, yaitu yang ada kandungan curcumin," kata Nidom dilansir dari antvklik.com, Sabtu (15/2/2020).

Waduh, Warga China Positif Corona Usai Pulang dari Bali, Sempat Naik Garuda dan Lion

Nidom sendiri berpengalaman menghadapi wabah virus flu burung pada 2005 silam.

Ia punmenyarankan agar masyarakat tidak menunggu obat-obat yang dikeluarkan industri farmasi. Menurutnya, masyarakat bisa mengonsumsi apa yang sudah menjadi kebiasaan, seperti jamu dan minuman herbal lainnya.

"Kami sudah pernah mempunyai pengalaman yang lalu. Jadi produk-produk di daerah, tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sudah cukup mampu menangkal," paparnya.


0 Komentar