Tiga Wabah Besar Sebelum Corona

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
3 Wabah Besar Sebelum Corona. (Ilustrasi: Haluan.co)

Ada tiga wabah yang selama berabad-bad mampu meluluhlantakkan jutaan manusia.

BUKANKAH pertama kalinya wabah penyakit seperti Covid-19, nama virus corona yang paling baru, menghampiri dunia saat ini. Sejak berabad-abad lalu sebelum corona, ada tiga wabah besar yang melanda dunia dan mengancam keberlangsungan hidup manusia.

Bisa dikatakan, dalam konteks ilmiah, wabah ini dinamakan sebagai pandemi. Pandemi, menurut World Health Organization (WHO), adalah suatu wabah penyakit global. Penyakit bisa dikatakan pandemi jika penyakit baru menyebar di seluruh dunia.

Kejadian pandemi mulai tercatat pada tahun 541, abad ke-6. Kala itu, dunia dilanda Plague of Justinian atau wabah Justinian, suatu wabah pes bubonik pertama yang tercatat sejarah. Namanya berasal dari Kaisar Romawi saat itu, Justinian yang Agung.

Wabah pes mengandung bakteri Patogen, Yersinia Pestis, yang disebarkan melalui kutu. Wabah ini juga menular melalui infeksi tikus.

Keberadaan wabah ini dimulai di Mesir dan merebak sampai Konstantinopel pada musim semi tahun berikutnya. Pada puncaknya, wabah mampu menewaskan 10 ribu orang setiap harinya, dan kemungkinan 40 persen dari total penduduk kala itu mati karena wabah tersebut.

Kemudian, wabah pes berlanjut lagi pada abad ke-14 merebak di wilayah Eropa yang dikenal sebagai Black Death atau Maut Hitam. Peristiwa ini mampu merenggut nyawa sedikitnya 75 juta nyawa di Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Dan pada saat yang sama, epidemi terjadi pula di sebagian besar Asia dan Timur Tengah.

Kejadian ini terjadi tatkala wabah pes melanda pertengahan Asia yang menyebabkan epidemik. Setelah mulai menjangkit di Asia, wabah tersebut mencapai Mediterania dan Eropa Barat pada tahun 1348.

Lalu, wabah menewaskan 24 juta orang Eropa dalam waktu 6 tahun. Kurang lebih, hitungannya wabah itu bisa membunuh seperempat dari seluruh populasi atau bahkan sampai separuh populasi di daerah perkotaan yang paling parah terjangkit.

Selain pes, ada juga wabah kolera yang sempat menjadi beberapa fase pandemi. Perlu diketahui, penyakit kolera adalah penyakit diare akibat infeksi bakteri yang bernama Vibrio cholerae. Kondisi ini biasanya mewabah di daerah yang padat penduduk dan memiliki lingkungan yang kotor.

Pandemi pertama kolera terjadi pada 1816-1826. Wabah ini bermula di anak benua India.

Meraup Pajak Digital di Tengah Corona

Dimulai di Bengal, lalu wabah menyebar ke luar India pada tahun 1820. Kemudian, penyebarannya sampai ke negeri Tiongkok dan Laut Kaspia sebelum akhirnya berkurang.

Pandemi kedua terjadi pada 1829-1851. Wabah kolera mencapai Eropa, tepatnya di London pada 1832. Tahun yang sama, wabah juga mencapai Ontario Kanada dan New York. Kemudian, wabah juga mencapai pesisir Amerika Utara pada tahun 1834.

Pandemi berlanjut pada fase ketiga, 1852-1860, yang menyerang Rusia. Kemudian, pandemi berlanjut ke fase keempat yang menyebar ke Eropa dan Afrika pada 1863-1875; fase kelima berlanjut menyerang ke Eropa dan Amerika lagi pada 1883-1887; dan fase keenam pada 1899-1923 yang menyerang Rusia dan Turki, bahkan ke Asia Tenggara seperti Filipina.

Pada fase ketujuh, 1961-1975, wabah kolera dimulai di Indonesia dengan sebutan El Tor. Lalu, wabah juga menyerang Bangladesh pada 1963, India pada 1964, dan Uni Soviet pada 1966.

Setidaknya, kematian yang diketahui ada di Indonesia antara 1817 dan 1860 dalam tiga pandemi pertama abad ke-19, diperkirakan ada 15 juta orang.

Pada 1865 hingga 1917, tiga pandemi berikutnya, diperkirakan ada 23 juta orang meninggal. Pada era kekaisaran Rusia, jumlah korban yang mati karena kolera mampu melebih 2 juta jiwa.

Tak hanya pes dan wabah kolera, penyakit cacar pun juga pernah mewabah ke berbagai belahan dunia. Penyakit cacar adalah penyakit yang menyebabkan bintik-bintik merah dengan istilah medis disebut varisela. Penyakit ini umumnya menyerang oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Sejarah mencatat, penyakit cacar berdampak besar pada dunia.

Setidaknya, pada abad ke-18, penyakit ini mampu membunuh 400 ribu orang Eropa setiap tahun, termasuk lima raja yang berkuasa. Sekitar 20 hingga 60 persen cacar menginfeksi manusia. Dan, lebih dari 80 persen dari persentase tersebut, cacar menginfeksi anak-anak yang menyebabkan orang meninggal karena penyakit ini.

Selama abad 20, penyakit cacar diperkirakan menyebabkan 300-500 juta kematian manusia. Pada 1950-an, diperkirakan ada 50 juta kasus cacar terjadi di dunia setiap tahunnya.

WHO pada 1967 memperkirakan, sekitar 15 juta orang terjangkit penyakit cacar dan 2 juta orang meninggal pada tahun tersebut. Setelah kampanye vaksinasi berhasil sepanjang abad ke-19 dan 20, WHO mengesahkan pemberantasan secara global pada bulan Desember 1979. (AK)


0 Komentar