Tim 9 Partai Golkar Beri Dua Opsi ke Airlangga, Pilih Ketua Umum atau Menko Perekonomian

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Tim 9 Partai Golkar menggelar konperensi pers menyikapi kondisi ekonomi yang semakin sulit (Foto: Haluan.co)

-

AA

+

Tim 9 Partai Golkar Beri Dua Opsi ke Airlangga, Pilih Ketua Umum atau Menko Perekonomian

Nasional | Jakarta

Jumat, 14 Februari 2020 22:51 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Tim 9 Partai Golkar kecewa kinerja Menteri Perekonomian Airlangga Hartato yang dinilai tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan pada 2020 ini daya beli masyarakat makin merosot, dan kondisi ekonomi semakin sulit.

"Hal ini akibat Menko Perekonomian tidak fokus, rangkap jabatan sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar. Sudah 100 hari tidak memiliki blueprint dalam membangun ekonomi. Harus memilih salah jabatannya biar fokus, mau jadi ketua umum atau menko perekonomian," kata Koordinator Tim 9 Cyrillus Kerong di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengambil tindakan tegas kepada Airlangga dengan meminta mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Golkar dan fokus masalah pembenahan fundamental ekonomi.

Cyrillus memprediksi kondisi ekonomi Indonesia akan bertambah sulit dan memburuk usai lebaran mendatang. Akibat beban utang menumpuk, pendapatan pajak minus, tidak adanya aliran dana segar dari luar negeri, ditambah lagi merebaknya wabah Virus Corona yang juga berimbas pda ekonomi Indonesia.

"Saya memprediksi akan ada 8 menteri lagi yang direshuffle habis lebaran mencermati kondisi perekonomian nasional dan situasi sosial-politik yang semakin rentan. Apakah presiden mau menunggu sampai 200 hari lagi," katanya.

Dalam kondisi yang sulit ini, sebagian besar uang tersebut, tersedot untuk membeli Surat Utang Negata (SUN) yang bunganya lebih tinggi dari bunga deposito," katanya.

Oleh karena itu, seluruh komponen bangsa ini, khususnya pemerintah, dituntut segera menemukan solusi.

"Mengingat Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, merupakan anggota Kabinet Indonesia Maju yang ditugaskan oleh Presiden Jokowi dan bertanggungjawab di bidang perekonomian, maka Airlangga Hartarto dituntut untuk lebih gesit dan cekatan mengatasi permasalahan di bidang perekonomian," katanya.

Tim Sembilan Golkar Sayangkan Omnibus Law Tak Tersosialisasi dengan Baik

Mengingat semakin kompleks dan rentannya permasalahan ekonomi nasional saat ini, Tim 9 berpendapat bahwa, apabila Airlangga Hartarto kurang mampu berkonsentrasi secara penuh pada domain tugas maka diberika dua opsi.

"Kami menyarankan yang bersangkutan untuk memilih hanya satu dari dua jabatan rangkap yang saat ini disandangnya. Yakni sebagai Menko Perekonomian atau Ketua Umum DPP Partai Golkar," katanya.

Juru Bicara Tim 9 Viktus Murin menambahkan, sebagai Menko Perekonomian tidak cukup aktif dan kreatif, serta tidak memiliki terobosan mengatasi permasalahan di bidang ekonomi. Akibatnya, buruh mengancam akan melakukan rencana mogok nasional.

"Situasi rentan seperti ini membuat kondisi perekonomian nasional menjadi tidak nyaman, yang potensial memicu kondisi instabilitas politik dan gejolak sosial. Saya berpandangan sejak awal Airlangga tidak mampu," kata Viktus.

Viktus berharap agar Airlangga sebagai Menko Perekonomian diganti oleh Presiden, karena terbukti tidak mampu dalam mendongkrak perekonomian Indonesia. Namun, karena hal itu merupakan hak perogratif presiden, ia menyerahkan ke Presiden Jokowi.

"Saya katakan Airlangga itu tidak mampu jadi Menko Perekonomian, sebagaimana jadi Ketua Umum Golkar. Tapi faktanya dia jadi Ketua Umum Golkar. Jadi kita serahkan ke Presiden, kalau saya ditanya Airlangga harusnya diganti," tandas Juru Bicara Tim 9 Ini.


0 Komentar