Timur Tengah Memanas, Indonesia Siapkan Rencana Evakuasi WNI

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Konvoi pasukan Amerika Serikat di Suriah. (FOTO: AFP)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia menyiapkan rencana perlindungan dan evakuasi WNI jika diperlukan menyusul memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, pemerintah sudah menyusun rencana cadangan bersama perwakilan RI di Timur Tengah, terutama untuk memetakan jumlah dan sebaran WNI di kawasan tersebut.

"Kita juga menentukan level kedaruratannya, karena masing-masing akan berbeda penanganannya. Kemudian kita juga cek kebutuhan logistik, dan apabila diperlukan evakuasi akan memakai rute yang mana," kata Menlu Retno dilansir dari Antara di Jakarta, Senin (6/1/2020).

"Kalau evakuasi, kita bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan jika diperlukan pesawat dari TNI AU karena evakuasi itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh KBRI kita. Biasanya kita ada tenaga bantuan dari pusat dan melibatkan kerja sama banyak pihak," sambungnya.

Meski begitu, Retno berharap kepada pihak Iran dan AS untuk sama-sama bisa menahan diri agar ketegangan di antara kedua negara tersebut tidak semakin memburuk.

"Kita berharap masing-masing pihak dapat menahan diri secara maksimal agar tidak terjadi eskalasi konflik lebih lanjut," ujarnya.

Menlu Retno Panggil Dubes AS dan Iran, Minta Ketegangan di Timteng Dihentikan

Seperti diberitakan, ketegangan antara Iran dan AS kembali meningkat setelah komandan Pasukan Quds, sayap Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani terbunuh akibat serangan udara militer AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1/2020).

Presiden AS Donald Trump, yang memerintahkan serangan udara tersebut dan mengancam akan menyerang 52 sasaran di Iran jika negara itu menyerang orang Amerika atau aset AS sebagai balasan atas kematian Soleimani.

Di sisi lain, Iran mengecam tindakan Trump dan berjanji akan melakukan serangan balasan. Iran juga tidak lagi mematuhi semua pembatasan yang diterapkan dalam kesepakatan nuklir pada 2015.


0 Komentar