Tingkatkan Jumlah Indukan, Kementan Evaluasi Pemotongan Sapi dan Kerbau Betina
Sapi Indukan. (Foto: WinNetNews)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Polri dalam menekan laju pemotongan sapi betina produktif Nasional. 

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syamsul Ma'arif mengatakan, dalam rangka percepatan peningkatan peningkatan populasi ternak sapi/kerbau, pemerintah telah membuat terobosan dengan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Melalui program ini telah lahir sebanyak 2.650.969 ekor anak sapi.

Namun, berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) tercatat dalam empat tahun tidak kurang dari 22.000 ekor ternak betina produktif dipotong setiap tahunnya.

"Tingginya pemotongan betina produktif secara nasional ini menjadi salah satu hambatan dalam upaya percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau di Indonesia," ujar Syamsul dalam keterangannya, Sabtu (14/12/2019).

Syamsul mengingat bahwa pentingnya upaya pengendalian dan pencegahan pemotongan ternak betina produktif ini dalam rangka meningkatkan jumlah akseptor UPSUS SIWAB.

"Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah menurunkan pemotongan betina produktif secara bertahap, minimal sebesar 20 persen dari jumlah pemotongan betina produktif pada tahun sebelumnya" jelasnya.

Syamsul menjelaskan bahwa kinerja pengendalian pemotongan betina produktif mulai menunjukkan hasil positif dengan terjadinya penurunan pemotongan betina produktif di daerah target 17 Propinsi sebesar 54 persen. Dari jumlah pemotongan 23.078 ekor di tahun 2017 menjadi 12,209 ekor pada tahun 2018. Adapun secara nasional, angka ini turun sebesar 47,10 persen dari 21.106 ekor di tahun 2017, menjadi 9.522 ekor pada tahun 2018.

Syamsul menyampaikan bahwa sampai November 2019, pemotongan sapi betina produktif secara nasional tercatat sebanyak 9.134 ekor.

Jumlah tersebut turun 25,19 persen jika dibandingkan dengan pemotongan pada 2018 atau turun sebesar 60.41 persen dari 2017. Kondisi ini menunjukkan target penurunan sebesar 40 persen dari baseline data 2017 atau 20 persen dari 2018 telah terlampaui.

"Penurunan pemotongan betina produktif yang signifikan ini sebagai dampak dari masifnya kegiatan pengawasan pelarangan pemotongan betina produktif di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di 17 Provinsi yang menjadi pilot proyek kegiatan sejak tahun 2017," tukasnya.